Kali ini kontennya terasa narsis yah.. ( ・ั﹏・ั) maaf. Cuma mau berbagi pengalaman kurang enaknya. Banyak yang harus ditahan-tahan di kehidupan sehari-hari perkara dikira lebih muda.
Oh ya, secara sains, fitur awet muda yang kupunyai adalah:
1. Muka kotak
2. Proporsi jidat yang luas
3. Bibir pendek
4. Struktur muka yang cenderung rata (termasuk hidung pesek wkwkwk)
tapi fitur lainnya dewasa kook...
.
.
.
Tapi tetap ya gengs, kunci awet muda nomor satu itu sehat jasmani! Setuju? Makanya aku langganan melakukan aktivitas ini tiap hari (link hijau-nya bisa diklik).
Lemoners pasti banyak yang awet muda juga. Ada ga enaknya kan! Coba cerita di kolom komen..
... Baca selengkapnyaSebagai "tante imut" 30+ yang wajahnya dikira masih ABG, hidup itu nggak selalu semanis komentar orang, jujur aja. Dari luar kelihatannya enak, dibilang awet muda, dikira masih kuliah, diajak ngobrol pakai bahasa gaul. Tapi di balik itu ada banyak momen serba salah yang mungkin cuma bisa dipahami sesama tante-tante milenial.
Satu hal yang paling kerasa adalah soal dihargai. Kadang kalau lagi urusan kerja, orang otomatis ngira kita junior atau anak magang, padahal usia dan pengalaman sudah jauh di atas. Misalnya waktu meeting, ada bapak-bapak yang cuma fokus ngomong ke rekan kerja yang kelihatan lebih tua, baru belakangan tahu kalau yang pegang keputusan ternyata kita. Di situ rasanya campur aduk: antara pengen ketawa, kesel, tapi juga maklum karena tampang memang nggak mendukung kelihatan senior.
Di ruang publik juga sama. Di kereta atau bus, pernah beberapa kali diliatin sinis kalau nggak langsung ngasih tempat duduk, mungkin dikira anak muda kurang ajar. Padahal badan juga lagi pegal, atau lagi datang bulan. Karena wajah awet muda, ekspektasi orang ke kita tuh: harus selalu ngalah, harus selalu kelihatan kuat. Akhirnya sering memilih berdiri dan ngasih tempat duduk, biar nggak disangka nggak tahu diri.
Soal relasi juga unik. Kalau lagi dekat dengan laki-laki sebaya atau bahkan lebih muda, kadang mereka kaget ketika tahu usia asli. Ada yang mundur pelan-pelan, ada yang malah makin kagum. Tapi di sisi kita, muncul rasa was-was: "Ini orang suka sama aku karena benar-benar klik, atau cuma karena lihat wajah awet muda dan mikir aku jauh lebih muda dari kenyataan?" Jadi cenderung jadi curiga duluan kalau ada yang naksir, apalagi kalau bedanya terlalu jauh.
Hal kecil lain yang sering kejadian: urusan sapaan. Di ojek online, kasir, atau tempat umum, sering banget dipanggil "dek" atau "nak". Giliran kita mau manggil balik, bingung: ini manggil "mas/mbak", "om/tante", atau malah sebenarnya dia lebih muda dari kita? Pernah juga ketemu driver yang wajahnya kelihatan jauh lebih tua, jadi refleks manggil "pak". Eh ternyata usianya di bawah kita. Malu banget rasanya.
Makanya, meski judulnya "tante imut", aku belajar untuk berdamai dengan diri sendiri. Di satu sisi, bersyukur masih dikasih tampang awet muda. Di sisi lain, pelan-pelan belajar pasang boundaries: berani memperkenalkan usia dan peran yang sebenarnya di situasi formal, nggak perlu merasa bersalah terlihat lebih muda, dan tetap menjaga kesehatan jasmani biar awet muda karena sehat, bukan cuma karena gen.
Kalau kamu juga sering digoda, dipanggil dengan sebutan aneh, atau dikomentarin soal tampang yang nggak sesuai umur, boleh banget curhat. Kadang baca tulisan tante lain yang punya pengalaman mirip itu rasanya lega: oh, ternyata bukan aku sendiri yang ngalamin semua ini.
Ngacung dulu manusia² kelahiran 90an 👋