KETIKA PRINSIP DALAM KEBIJAKAN
Menteri keuangan Purbaya belum ada informasi ke dirinya tentang pembayaran hutang KCIC menggunakan APBN, akan tetapi Purbaya menjelaskan tidak akan mau uang APBN untuk membayar hutang KCIC, karena sudah ada DANANTARA tegasnya.
Pengelolaan keuangan projek besar seperti kereta cepat Whoosh memang membutuhkan prinsip yang jelas dan kebijakan yang transparan. Dari pengalaman saya mengikuti perkembangan berita seperti ini, penting untuk memiliki holding BUMN yang cukup mandiri dalam mengelola proyek-proyek strategis sehingga tidak membebani APBN. Danantara yang sudah menjadi holding BUMN memiliki kemampuan finansial untuk mengelola pembayaran hutang tanpa bergantung kepada dana negara. Ini menunjukkan prinsip tanggung jawab yang baik dalam tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan negara. Selain itu, sikap Menteri Keuangan Purbaya yang menolak penggunaan APBN menegaskan komitmen terhadap prinsip keuangan negara yang sehat dan efisien. Dengan mekanisme ini, proyek infrastruktur besar dapat berjalan tanpa mengganggu anggaran negara yang digunakan untuk kepentingan luas masyarakat. Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi kita semua bahwa setiap kebijakan harus didasarkan pada prinsip yang kuat dan bertanggung jawab untuk kebaikan bersama. Jadi, saat kita mendengar berita tentang biaya proyek besar, penting untuk memahami bagaimana pengelolaan dana dilakukan secara profesional dan tidak mengganggu keuangan negara secara langsung.
