Dalam era digital saat ini, penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki batas toleransi terhadap pesan yang masuk, terutama melalui DM request di media sosial. Saya pribadi pernah merasakan bagaimana slow response atau bahkan mengabaikan pesan dapat menjadi cara efektif untuk menjaga kesehatan mental dan fokus pada hal-hal penting. Kadang, saat waktu kita terbatas, tidak mungkin membalas semua pesan, apalagi dari pengguna yang belum dikenal. Mengabaikan DM yang tidak terlalu penting bukan berarti tidak sopan, tetapi merupakan bentuk self-care agar tidak merasa kewalahan. Saya mencoba membuat jadwal khusus untuk memeriksa pesan, dan saat tidak bisa membalas langsung, saya beri prioritas yang memang penting. Selain itu, komunikasi terbuka dengan teman atau follower mengenai batasan ini ternyata sangat membantu. Saat mereka mengerti bahwa 'aku ga balesin dm request siapa2 ko' bukan karena cuek, melainkan agar tetap fokus, hubungan juga tetap harmonis. Sebagai tambahan, fitur seperti membatasi DM request dari orang asing di beberapa platform dapat dimanfaatkan. Dengan begitu, kita bisa mengurangi gangguan dan tetap menikmati pengalaman bermedia sosial dengan nyaman. Intinya, slow response bukanlah sesuatu yang negatif, melainkan cara bijak mengatur waktu dan energi dalam dunia yang serba cepat ini.
23 jam yang laluDiedit ke
