Figma, perusahaan pengembang piranti lunak desain, baru-baru ini menjadi perhatian publik usai sahamnya melesat lebih dari 198%. Padahal, Figma baru saja melantai di New York Stock Exchange dengan ticker FIG.
Menariknya, usai mendapat pendanaan segar US$1,2 miliar, Figma diketahui menggenggam Bitcoin melalui exchange-traded fund (ETF). Bitwise Bitcoin ETF (BITB) yang disimpan mencapai US$70 juta, melansir YahooFinance.
Tak sampai di sana saja, Figma berkomitmen untuk memborong spot Bitcoin (BTC) dengan nilai US$30 juta atau setara Rp500 miliar. Dana tersebut diketahui saat ini sudah berbentuk stablecoin kawakan Circle, USDC.
Figma sendiri diketahui akan diakuisisi Adobe senilai US$30 miliar pada 2023 lalu. Namun, kontrak tersebut akhirnya dibatalkan dan Adobe harus membayar denda pemutusan sebesar US$1 miliar.
Perusahaan yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat ini tidak akan mengubah arah bisnis menjadi crypto. Namun, Figma berusaha memanfaatkan eskposur harga yang terjadi di pasar crypto untuk keuntungan perusahaan.#TanpaEdit#ViralTerbaru#beritaviral#beritaterkini#RealitaDiRumah
-# Image Source: Bloomberg
2025/8/1 Diedit ke
... Baca selengkapnyaFigma dikenal sebagai perusahaan pengembang piranti lunak desain berbasis kolaborasi online yang banyak digunakan oleh para desainer dan perusahaan teknologi di seluruh dunia. Keberhasilan IPO (Initial Public Offering) Figma yang mencatat lonjakan saham sebesar 198% menandakan kepercayaan investor yang tinggi terhadap prospek bisnis perusahaan ini.
Selain fokus pada pengembangan produk desain, Figma juga menunjukkan strategi keuangan yang inovatif dengan mengalokasikan sebagian dana hasil pendanaan segar senilai US$1,2 miliar ke dalam aset kripto Bitcoin. Melalui Bitwise Bitcoin ETF (BITB), Figma telah menyimpan aset senilai US$70 juta, dan berencana mengakuisisi tambahan spot Bitcoin senilai US$30 juta atau setara Rp500 miliar dalam stablecoin USDC.
Langkah ini bukan berarti Figma bertransformasi menjadi perusahaan crypto, melainkan untuk memanfaatkan fluktuasi harga di pasar aset digital demi mengoptimalisasi diversifikasi aset dan potensi keuntungan jangka panjang perusahaan. Figma beroperasi secara independen setelah batal diakuisisi Adobe dengan nilai transaksi US$30 miliar, di mana Adobe harus membayar denda pembatalan sebesar US$1 miliar.
Investasi dengan alat keuangan modern seperti ETF Bitcoin dan stablecoin USDC menunjukkan pemanfaatan teknologi finansial (fintech) yang canggih oleh perusahaan teknologi untuk memperkuat posisi keuangan serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Selain itu, eksposur terhadap aset kripto dapat menjadi langkah strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan memberikan peluang diversifikasi portofolio yang lebih luas.
Dengan basis bisnis kuat di bidang software desain dan pendekatan investasi inovatif, Figma jadi contoh perusahaan modern yang tidak hanya mengandalkan layanan inti tetapi juga pengelolaan aset yang adaptif terhadap tren dan peluang pasar terbaru, termasuk pasar crypto yang semakin berkembang.