... Baca selengkapnyaKalau lihat foto obat-obatan di tangan di postingan ini, itu tuh beneran cuma sebagian kecil dari stok yang ada di rumah. Awalnya aku cuma mikir, ya sudah lah, lumayan kan kalau sakit tinggal ambil. Tapi makin ke sini, setiap ada paket datang isinya obat lagi, obat lagi. Ada Sanmol Paracetamol, Salonpas, vitamin, sampai obat flu dan antibiotik lengkap sama catatan kecilnya.
Yang bikin gemes, tiap obat itu biasanya disertai surat cinta mini dari pacar perawatnya. Di satu kertas kecil dijelasin, “ini obat diminum kalau demam”, “ini kalau pusing”, “ini jangan diminum kalau belum makan”, pokoknya detail banget. Jadi kalau aku lagi pegang satu strip obat di tangan, berasa lagi baca manual book cinta versi kesehatan.
Dari situ aku jadi kepikiran, foto obat-obatan di tangan itu bukan cuma soal obatnya aja, tapi juga cerita di baliknya. Ada yang dikirimin karena sayang, perhatian, atau cuma buat jaga-jaga kalau sewaktu-waktu sakit. Kadang aku suka foto isi wadah plastik bening itu, lengkap dengan tangan yang lagi pegang satu obat, buat dokumentasi pribadi. Bukan cuma estetik, tapi jadi pengingat kalau kami di rumah tuh sebenarnya diperhatikan orang lain juga.
Buat yang mungkin suka bingung gimana cara nyimpen stok obat di rumah, aku biasanya pisahin di satu kotak plastik bening biar gampang kelihatan. Obat demam, batuk, flu, vitamin, dan obat luar kayak Salonpas aku taruh di bagian yang beda-beda. Terus aku biasain cek tanggal kedaluwarsa beberapa bulan sekali. Soalnya percuma punya banyak kalau ternyata udah nggak layak pakai.
Kalau foto obat-obatan di tangan mau kelihatan rapi dan jelas, aku biasanya foto di dekat jendela biar cahayanya natural. Tangan pegang satu atau dua obat yang paling sering dipakai, latar belakangnya kotak obat yang penuh. Jadi kelihatan konsep “mini apotek di rumah” nya. Tapi tetap hati-hati ya, jangan sampai kelihatan terlalu detail nomor batch atau data sensitif di bungkus resep, kalau ada.
Sekarang setiap lihat tangan ponakanku pegang obat sambil baca catatan dari pacarnya, aku suka senyum sendiri. Dalam hati mikir, kalau nanti anak bujangku punya pacar dokter, bisa-bisa stok obat di rumah lebih niat lagi: dari vitamin, alat kesehatan kecil, sampai mungkin masker dan salep macam-macam. Rumah benar-benar berubah jadi apotek kecil serba ada.
Intinya, di balik gambar obat-obatan di tangan, ada cerita keluarga, perhatian, dan sedikit humor tentang betapa “niat”nya orang-orang yang sayang sama kita. Dan jujur, aku bersyukur sih, minimal kalau sakit ringan sudah nggak panik lagi karena semua serba siap di rumah.
wahhh baikk bgt ,perhatian bgt ya kak sm ponakan kk❤️❤️ dan positif vibes bgt🤩👍