DOSA DIGITAL YANG SERING DIANGGAP NORMAL

2025/12/26 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDari pengalaman saya, kebiasaan 'dosa digital' seperti pamer atau flexing yang berlebihan di media sosial sering terlihat sebagai hal biasa atau hanya sekadar eksis. Namun, sebenarnya hal tersebut bisa merusak mental diri sendiri maupun orang lain karena menciptakan standar hidup yang tidak realistis dan memicu perasaan insekuritas. Selain itu, menyebarkan berita hoaks atau konten yang belum jelas kebenarannya merupakan dosa digital lain yang perlu dihindari. Hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik dan salah pengertian di lingkungan sosial. Penting bagi kita untuk lebih bertanggung jawab dalam mengonsumsi dan membagikan konten. Mengabaikan waktu ibadah atau refleksi diri karena terus-menerus scrolling media sosial juga membuat kita kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjaga kesehatan mental. Saya menyadari bahwa mengurangi waktu online dan lebih fokus pada hal positif sangat membantu menjaga kestabilan mental saya. Jadi, jangan anggap remeh kebiasaan digital yang 'normal' ini. Mulailah membiasakan diri untuk menggunakan teknologi dengan bijak, lebih selektif dalam berinteraksi dan berbagi di dunia maya, serta jangan terlalu mengejar validasi dari orang lain lewat postingan yang berlebihan. Perubahan kecil dalam kebiasaan digital bisa memberikan dampak positif besar untuk kesehatan mental dan hubungan sosial kita.

31 komentar

Gambar Ditha.Annisa
Ditha.Annisa

Kadang tuh kepikiran, orang orang kok bisa pada hate komen😓😓😓 kan kalo ga suka tinggal skip, nyampein pendapat juga ga sebegitunya kan yaa😩

Lihat lainnya(1)
Gambar nita beibh
nita beibh

betul banget kak oppank jangan asal mesti jaga lisan

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya