... Baca selengkapnyaJadi ceritanya hari itu aku dan adik lagi random banget pengin mengabadikan momen, akhirnya pilih masuk photobox kamera atas yang background-nya rak buku. Ternyata vibe-nya lucu, berasa lagi nongkrong di perpustakaan aesthetic. Menurutku, photobox kamera atas itu asik karena angle-nya bisa nangkep ekspresi kita lebih jelas, terutama kalau suka pose pakai tangan atau mau nunjukin kerudung dan outfit.
Sebelum mulai, kami sempat diskusi pose dulu biar nggak bengong pas timer jalan. Biasanya aku bagi jadi beberapa tema: satu frame buat senyum manis, satu frame gaya kocak atau pura-pura kaget, satu frame pose ala candid, dan satu lagi bebas improvisasi. Dengan kamera di atas, aku usahain banyak mainin arah mata dan tangan, kadang lihat ke kamera, kadang pura-pura lihat ke samping rak buku, jadi hasil fotonya nggak monoton.
Tips lain, kalau kamu berhijab, perhatiin juga layering hijab dan bagian depan kerudung sebelum mulai. Karena kamera di atas, bagian kepala dan bahu lebih dominan kelihatan, jadi aku biasanya rapihin poni hijab, pastiin nggak miring, dan cek apakah ciput atau inner nggak terlalu maju. Di sesi ini aku dan adik juga pakai warna hijab yang masih senada, jadi pas fotonya dicetak dalam bentuk strip, kelihatan rapi dan serasi.
Soal suasana, kami waktu itu habis keliling pasar, sempat foto-foto suasana ramai dan makanan seperti nasi ayam. Buatku, serunya photobox itu bukan cuma di hasil fotonya, tapi rangkaian harinya: dari jalan di pasar, ketawa bareng, sampai duduk pilih filter dan layout di layar photobox. Di layar atas, kita bisa langsung lihat preview hasil fotonya, terus milih apakah mau dicetak, disimpan ke HP, atau dibagikan. Aku suka banget fitur share ini, karena bisa langsung kirim ke adik tanpa takut file hilang.
Kalau kamu baru pertama kali coba photobox kamera atas, aku saranin:
- Datang pas nggak terlalu ramai biar bisa santai atur pose.
- Siapin 3–4 pose andalan supaya nggak kehabisan ide pas timer jalan.
- Coba ekspresi yang beda-beda di tiap frame, jangan cuma senyum yang sama.
- Atur jarak badan sama kamera, jangan terlalu mepet supaya rak buku di belakang tetap kelihatan.
Yang paling penting, jangan terlalu mikirin harus kelihatan sempurna. Di strip photobox kami, ada satu foto yang ekspresinya agak aneh karena kaget sama timer, tapi justru itu yang paling bikin ketawa tiap kali lihat. Momen kayak gitu yang bikin photobox kamera atas bareng orang tersayang jadi berasa spesial dan layak disimpan dalam dompet, ditempel di dinding kamar, atau dijadikan penanda buku favorit.