... Baca selengkapnyaJujur, dulu setiap butuh pas foto aku selalu nunda karena kebayang ribet: mesti ke studio, antri, keluar ongkir lagi. Sekarang aku lebih sering foto sendiri di rumah pakai HP, dan ternyata asal tau trik dasarnya, hasilnya bisa mirip banget kayak studio.
Pertama, soal cara foto sendiri. Aku biasanya pakai kamera belakang HP biar hasilnya lebih tajam. Triknya, aku pakai tripod kecil atau tumpukan buku, terus aktifkan timer 3–10 detik. Posisi HP agak sejajar dengan mata, jangan terlalu dari bawah atau atas biar wajah nggak kelihatan aneh. Kalau kamu nggak punya tripod, sandarin HP ke tembok atau botol juga bisa banget.
Biar foto kelihatan aesthetic tapi tetap formal, pencahayaan penting. Aku suka foto dekat jendela di siang hari karena cahaya natural bikin kulit kelihatan lebih halus. Matikan flash supaya nggak ada bayangan keras di belakang kepala. Kalau kamar kamu agak gelap, bisa tambahin ring light atau lampu meja, tapi arahkan dari depan agak miring, jangan dari bawah.
Untuk background, karena di Vivid ID sudah ada fitur ganti background, aku biasanya pakai tembok polos atau kain warna netral kayak putih atau krem. Intinya jangan banyak motif. Nanti di aplikasi tinggal pilih background merah atau biru sesuai kebutuhan, misalnya buat pas foto SD/sekola,h, kampus, atau lamaran kerja.
Di Vivid ID, kamu bisa pilih ukuran pas foto sesuai negara dan kebutuhan. Untuk pas foto SD atau dokumen sekolah, biasanya ukuran 2x3 atau 3x4. Aku tinggal pilih menu Indonesia, lalu pilih ukuran yang dimau. Ada juga pilihan layout siap cetak, misalnya 4, 6, atau 8 foto sekaligus di satu kertas, jadi tinggal print di tempat fotokopi.
Selain ganti background, di aplikasi ini ada fitur rapihin wajah dan bahkan ganti pakaian formal. Tapi aku pribadi pakainya seperlunya aja: sedikit cerahin, haluskan kulit dikit, jangan sampai keliatan terlalu filter. Untuk pakaian, kalau kamu belum punya kemeja atau blazer rapi, fitur ganti pakaian virtual lumayan nolong. Pilih yang cutting-nya simpel dan warnanya netral biar kelihatan profesional.
Setelah edit selesai, aku selalu cek lagi: mata lurus ke kamera, kepala nggak miring, dan jarak wajah di foto nggak kepotong. Habis itu aku save dalam kualitas tinggi (HD), lalu kirim ke WhatsApp atau email biar gampang dicetak. Biasanya aku print di kertas foto ukuran A6 atau A5 di percetakan/fotokopian, tinggal bilang mau dipotong ukuran pas foto.
Yang aku suka dari bikin pas foto sendiri di HP itu hemat waktu dan biaya. Sekali edit, file-nya bisa dipakai berkali-kali untuk CV, kartu pelajar, ataupun daftar sekolah/kerja. Kalau kamu sering butuh pas foto SD atau dokumen lain, cara ini beneran membantu banget dan tetap kelihatan rapi seperti studio kalau dikerjakan dengan teliti.
Lihat komentar lainnya