Jangan Heran Anak Jadi Picky Eater!

Gara-gara sering dipakein kaus kaki tebal dan jarang menyentuh lantai/kasur tanpa sprei, sensasi perabaan anak jadi sensitif banget. Efeknya, mereka bakal gampang geli dan nolak makanan yang bertekstur! Yuk, mulai sekarang bebaskan si kecil eksplorasi tanpa kaus kaki.

Parents, share video ini ke grup keluarga atau tag pasangan kamu sekarang ya!

6/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya sebagai orang tua mengajarkan bahwa stimulasi taktil sejak dini sangat penting untuk mengurangi kecenderungan anak menjadi picky eater. Anak-anak yang sering memakai kaus kaki tebal dan kurang dibiasakan menyentuh berbagai tekstur lantai maupun barang sehari-hari, biasanya memiliki perkembangan sensor peraba yang kurang optimal. Akibatnya, mereka mudah merasa geli saat menyentuh makanan dengan tekstur berbeda, sehingga menolak makanannya. Sebagai solusi, saya mulai membebaskan anak saya untuk beraktifitas tanpa kaus kaki dan membiarkannya merasakan berbagai tekstur permukaan, seperti lantai kayu, karpet kasar, dan kain tanpa sprei. Aktivitas sederhana ini ternyata meningkatkan kenyamanan mereka saat menyentuh makanan dan akhirnya lebih mudah menerima variasi tekstur makanan yang sebelumnya ditolak. Selain itu, saya juga memperkenalkan berbagai jenis makanan bertekstur sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Misalnya, mengajak anak bermain dengan makanan menggunakan tangan atau memberikan makanan dalam bentuk potongan kecil yang mudah dipegang dan dirasakan. Hal ini membantu sensor sentuhan anak berkembang dan membuat mereka lebih terbuka pada makanan baru. Jangan remehkan pentingnya kebebasan bereksplorasi secara taktil untuk menunjang pola makan si kecil. Mengurangi penggunaan kaus kaki tebal saat dalam rumah dan membiasakan anak menyentuh berbagai tekstur bisa menjadi langkah awal yang efektif untuk mengatasi picky eater dari sisi psikologis dan sensorik. Jadi, bagi para orang tua, mulailah memperhatikan stimulasi taktil anak Anda melalui pengalaman sehari-hari. Pastikan anak bebas menyentuh dunia di sekitarnya tanpa halangan agar mereka tumbuh menjadi anak yang tidak hanya aktif dan percaya diri, tetapi juga nyaman dengan makanan yang beragam teksturnya.