Rekomendasi Baca Buku Good Novel
1Semua biaya Rumah Sakit lunas. Tanpa syarat di awal.
Syarat aslinya baru dimulai setelah pintu gerbang terbuka.
#Lemon8indonesia #promosinovel #goodnovelindonesia #dramarumahtangga #kisahlestari
✨✨✨
Bab 4 b
“Sekarang, bawa anakmu. Cepat.”
Tanpa menunggu jawaban, Tora berbalik. Lestari, didorong oleh insting, segera membungkus Dian dengan selimut tipis dan mengikutinya. Ransel lusuh ia sampirkan di bahu.
Udara di dalam mobil terasa dingin dan wangi, aroma kopi dan kulit mahal yang membuat Lestari merasa semakin kotor dan tidak pantas.
Perjalanan itu terasa seperti mimpi buruk yang hening. Hanya deru mesin mobil dan napas Dian yang memburu.
Tora tidak bicara sama sekali. Ia hanya fokus menyetir, membelah jalanan malam dengan kecepatan tinggi. Lestari memeluk Dian di kursi belakang, berdoa tanpa henti.
Setelah penanganan darurat di rumah sakit, dokter mengatakan Dian mengalami kejang demam akibat infeksi.
Ia butuh perawatan intensif dan istirahat total. Semua biaya telah dilunasi oleh Tora sebelum Lestari sempat bertanya.
Saat fajar menyingsing, Tora mengantarnya bukan kembali ke warung Bu Sumi, melainkan ke arah perbukitan. Jalanan menanjak, diapit oleh hamparan hijau yang tak berujung. Udara menjadi lebih sejuk, bersih.
“Kita mau ke mana, Pak?” tanya Lestari pelan.
“Ke rumahku.”
Jawaban singkat itu membuat jantung Lestari berdebar.
Tak lama kemudian, mobil itu melambat di depan sebuah gerbang besi tempa raksasa yang menjulang tinggi, dihiasi ukiran daun kopi.
Megah. Seperti gerbang istana dalam dongeng. Seorang satpam berseragam membukanya tanpa bertanya, memberi hormat saat mobil melintas.
Di baliknya terhampar jalanan pribadi yang mulus, menuju sebuah vila modern yang menyatu dengan alam.
Dinding kaca, pilar-pilar kayu kokoh, dan taman yang tertata sempurna. Lestari menelan ludah. Kontras antara kemewahan ini dengan emperan toko tempat ia tidur beberapa malam lalu terasa begitu menyakitkan.
Ia menunduk, memandangi daster kumalnya dan sandal jepit usangnya. Ia merasa seperti noda di atas kanvas yang sempurna.
“Turun,” kata Tora saat mobil berhenti di lobi utama.
Lestari menggendong Dian yang masih tertidur lelap karena obat. Ia melangkah keluar dengan ragu. Udara pagi beraroma bunga dan tanah basah, bercampur dengan wangi kopi yang samar-samar.
“Bu Sumi sudah cerita semuanya,” kata Tora, memecah keheningan. Ia menatap Lestari lekat-lekat, tatapannya tajam, seolah sedang menilai setiap inci dari dirinya. “Tentang suamimu. Tentang kau di jalanan. Tentang keahlian menjahitmu.”
Lestari hanya bisa mengangguk, tenggorokannya tercekat.
“Anakmu butuh tempat yang layak untuk pulih. Kau butuh pekerjaan.”
“Saya… saya bisa kerja apa saja, Pak. Cuci piring, bersih-bersih… Apa pun akan saya kerjakan untuk bayar utang budi saya pada Bapak.”
Tora menggeleng pelan. “Aku tidak butuh tukang cuci piring. Aku butuh pengasuh.”
Lestari membeku. “Pengasuh?”
“Untuk anakku, Lintang. Usianya tujuh tahun.” Tora berhenti sejenak, matanya menerawang ke arah vila yang hening. “Dia… berbeda. Dia butuh seseorang yang sabar. Seseorang yang mengerti apa itu luka.”
Kata-kata itu menusuk Lestari. Ia menatap wajah pria di depannya. Di balik sikap dingin itu, ia bisa melihat jejak kesepian yang dalam.
“Tapi, Pak, saya tidak punya pengalaman. Saya bukan pengasuh profesional. Saya hanya…”
“Kau seorang ibu,” potong Tora cepat. “Dan anakmu terlihat sangat mencintaimu. Itu lebih dari cukup.”
Sebuah martabat yang telah lama hilang tiba-tiba terasa kembali. Ia bukan lagi gelandangan yang meminta belas kasihan. Ia adalah seorang ibu. Keahliannya yang paling berharga akhirnya diakui.
✨✨✨
📖 Baca kisah lengkapnya hanya Di Goodnovel.
Berjudul : Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati
By. Dakuromansu










