Rekomendasi Baca Buku Good Novel
“Lestari Mulai Merasakan Firasat Buruk… dan Ternyata Ia Benar”
#lemon8indonesia #promosinovel #goodnovelindonesia #dramarumahtangga #kisahlestari
✨✨✨
Bab Acak
Seminggu menjadi sebulan. Kehidupan baru mereka mulai menemukan ritmenya yang indah. Pagi yang sibuk, siang yang produktif, dan malam yang intim dan tenang.
Lestari tidak kehilangan dirinya dalam kemewahan nama Wijaya. Sebaliknya, ia membawanya, menjadikannya lebih kaya, lebih berwarna.
Ia menjahit tirai baru untuk kamar Lintang, mengajarkan para pekerja wanita di perkebunan cara membuat kerajinan dari karung goni bekas, dan memastikan setiap rupiah di perusahaan suaminya bekerja sekeras yang seharusnya.
Suatu malam, saat mereka sedang menikmati makan malam di teras, Tora tiba-tiba tertawa kecil.
“Kenapa?” tanya Lestari heran.
“Aku baru sadar,” kata Tora. “Dulu, aku pikir aku butuh seseorang untuk mengisi keheningan di rumah ini. Ternyata yang aku butuhkan adalah seseorang yang bisa mengajariku cara mendengarkan musiknya.”
Lestari tersenyum, hatinya hangat. Inilah kebahagiaan itu. Bukan dongeng tentang pangeran dan putri, melainkan kisah nyata tentang dua manusia dengan luka yang belajar menari bersama di tengah badai.
Saat itulah ponsel bisnis Tora, yang biasanya selalu ia tinggalkan di ruang kerja, berdering nyaring dari saku jas yang tersampir di kursi. Ia meliriknya dengan kesal. Nomor internasional.
“Maaf sebentar,” katanya pada Lestari, lalu mengangkat panggilan itu.
“Halo, Tora Wijaya di sini.”
Lestari mengamati wajah suaminya. Ekspresi santai itu perlahan memudar, digantikan oleh kerutan kebingungan.
“Maaf, Hans? Bisa kau ulangi?” tanya Tora, nadanya berubah serius. “Ada masalah dengan pengiriman terakhir?”
Ia mendengarkan, tubuhnya menegang. Garis-garis di rahangnya mengeras. Kehangatan di matanya lenyap, digantikan oleh kilat dingin yang tidak percaya.
Lestari meletakkan garpunya. Firasat buruk mulai merayap di punggungnya. “Tora? Ada apa?”
Tora mengangkat satu tangannya, menyuruhnya diam sejenak, matanya masih terpaku ke kejauhan. “Apa maksudmu dibatalkan? Seluruh kontrak? Itu pesanan terbesar kita tahun ini! Tapi kenapa? Tidak mungkin…”
Ia terdiam, mendengarkan suara di seberang telepon. Wajahnya berubah dari syok menjadi pucat pasi. Seolah dunia yang baru saja mereka bangun dengan susah payah di atas fondasi cinta, kini lantainya retak dan siap runtuh.
Ia menutup telepon tanpa mengucapkan selamat tinggal. Tangannya terkulai lemas di sisinya.
“Tora?” desak Lestari, suaranya bergetar.
Tora akhirnya menatapnya, tatapannya kosong, hampa. Suaranya nyaris tak terdengar, seperti bisikan dari dasar jurang.
“Mereka bilang… kualitas kopi kita anjlok. Ada laporan dari laboratorium independen di Hamburg. Kopi kita… positif mengandung kontaminasi pestisida yang sudah dilarang di seluruh Eropa.”
📖 Baca kisah lengkapnya hanya Di Goodnovel.
Berjudul : Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati
By. Dakuromansu












