Klo mulai duluan siap2 aja liat singa mengamuk 🤣
Sebagai orang tua, saya percaya bahwa mengajarkan anak tentang pentingnya mempertahankan diri dan harga diri adalah esensial. Dalam pengalaman saya, anak-anak yang tahu kapan harus berdiri melawan kalau dihina atau disakiti akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri. Namun, hal ini bukan berarti mengajarkan mereka untuk memulai kekerasan. Pesan inti yang saya tanamkan adalah jangan pernah jadi provokator, tapi juga jangan biarkan diri diperlakukan tidak adil. Contohnya ketika saya bilang pada anak saya, jika barangnya diambil orang lain, ia harus berani mengambilnya kembali dan jangan diam saja. Sering saya ingatkan bahwa rasa hormat pada diri sendiri adalah pondasi penting dalam membangun kepercayaan. Anak saya juga saya ajarkan untuk tidak mudah menyerah dan menunjukkan keberanian saat menghadapi ejekan atau perlakuan buruk. Meski demikian, komunikasi yang jujur dan pembelajaran emosi juga saya tekankan agar mereka bisa mengelola perasaan dan aksi dengan bijak. Bagi saya, pola asuh seperti ini membantu anak-anak untuk siap menghadapi situasi sosial di luar rumah dengan mental yang kuat, tanpa harus menjadi agresif terlebih dahulu. Ini juga mengajarkan nilai tanggung jawab atas tindakan sendiri dan penghargaan terhadap hak orang lain. Dalam keseharian, pengalaman saya mengonfirmasi bahwa anak yang diberi pemahaman ini cenderung lebih mandiri dan mampu melindungi dirinya sendiri, sekaligus membangun hubungan sosial yang sehat. Oleh karena itu, mari kita terus dampingi anak dengan kasih sayang dan tegas membimbing mereka agar bisa menjadi pribadi yang tegar dan menghargai dirinya.



































