Remaja yang merasa berharga, lebih berani berkembag

2 hari yang laluDiedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya dalam mendampingi remaja selama ini menunjukkan bahwa membangun harga diri atau self-esteem yang sehat adalah fondasi penting dalam perkembangan mereka. Dalam masa mencari identitas, seringkali remaja mempertanyakan nilai dirinya, apakah mereka cukup baik, atau dihargai oleh orang lain. Saat mereka merasa memperoleh dukungan yang tulus dari orang tua atau orang terdekat—bukan hanya jawaban atas masalahnya, tetapi juga rasa dihargai sebagai individu—mereka lebih termotivasi dan berani mengeksplorasi potensi diri. Saya juga menemukan bahwa relasi yang aman, yang mengandung unsur kedekatan, komitmen, dan saling melengkapi, sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri. Misalnya, saat menghadapi koreksi, jika orang tua mampu memisahkan sikap mengoreksi perilaku dari penilaian terhadap harga diri anak, remaja tidak merasa kehilangan harga dirinya, melainkan merasa didukung untuk belajar dan berkembang. Dalam praktik sehari-hari, saya belajar agar tidak cepat-cepat menawarkan solusi melainkan lebih banyak mendengarkan, memberi ruang bagi remaja untuk mengambil keputusan, serta menunjukkan bahwa kasih sayang orang tua tidak berkurang meskipun anak melakukan kesalahan. Semua ini menciptakan lingkungan yang aman dan positif yang menguatkan motivasi dan pencapaian mereka. Penelitian mencatat bahwa self-esteem berperan sebagai mediator pada hubungan antara dukungan dan motivasi pencapaian. Ini berarti ketika remaja merasa dirinya berharga, mereka lebih percaya pada kemampuan diri dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih berani. Oleh sebab itu, dalam mengasuh remaja, penting untuk fokus tidak hanya pada prestasi tetapi juga pada bagaimana mereka memandang nilai diri mereka sendiri. Menumbuhkan rasa berharga pada remaja adalah investasi penting untuk perkembangan jangka panjang mereka.