... Baca selengkapnyaKarena ini postingan pertama aku di Lemon8, aku mau cerita sedikit soal kebiasaan sarapan dan eksplor tempat nongkrong di beberapa kota. Di foto kelihatan aku sarapan kue pukis yang bentuknya setengah lingkaran, topping-nya macam-macam: ada hijau pandan, meses cokelat, sama keju parut. Tipe sarapan kayak gini tuh favorit aku banget karena murah, ngenyangin, dan berasa nostalgia jajanan SD.
Di Jakarta Barat, salah satu area yang sering aku lewatin adalah Palmerah. Di sekitar Palmerah ada beberapa cafe kecil yang menurut aku cocok banget buat kamu yang cari tempat ngopi santai tapi nggak terlalu rame. Biasanya aku cari cafe di Palmerah yang punya colokan listrik, WiFi lumayan stabil, dan menu kopi yang nggak cuma kopi hitam standar. Bonus kalau mereka juga jual jajanan tradisional kayak pukis, martabak mini, atau roti jadul, jadi bisa sekalian sarapan atau cemilan sore.
Tips pribadi kalau kamu lagi hunting cafe di Palmerah: coba datang agak pagi, sekitar jam 8–10, karena masih sepi dan enak buat kerja atau baca buku. Aku juga suka duduk di dekat jendela biar dapat cahaya natural, lumayan buat foto makanan atau coffee shot sederhana. Kadang aku order kopi susu atau latte, terus pairing sama kue manis seperti pukis topping pandan dan meses cokelat – kombinasi manis dan pahitnya pas banget.
Selain Jakarta, aku pernah main ke Kendari dan sempat mampir ke Ramatama Coffee House di Kota Kendari. Versi pengalaman pribadi, tempatnya cozy buat nongkrong bareng temen, interiornya hangat, dan pilihan kopinya cukup beragam. Kalau kamu suka foto-foto, sudut-sudutnya lumayan instagramable dan cocok buat konten santai. Menunya nggak cuma kopi, biasanya ada snack ringan yang bisa jadi teman ngobrol lama.
Aku juga punya kenangan dengan pukis di Kota Baru Rangkasbitung. Di sana, jajanan pukis masih gampang ditemui di pinggir jalan atau dekat pasar. Rasa favorit aku tetap yang klasik: pandan dengan taburan gula, atau keju yang meleleh di atas. Bedanya, pukis di sana kadang lebih tebal dan teksturnya agak lembut banget, jadi bikin nagih. Kalau main ke daerah kayak gini, aku selalu sempatin beli jajanan tradisional karena rasanya lebih otentik dan harganya ramah di kantong.
Ke depan, aku pengin lebih sering share pengalaman kuliner sederhana kayak "what I eat for breakfast" dan review singkat cafe-cafe lokal, baik di Palmerah Jakarta Barat, di Kota Kendari, atau di sekitar Rangkasbitung. Buat kamu yang suka eksplor tempat baru, coba sesekali kasih kesempatan ke coffee house lokal dan penjual pukis di kota kamu, karena dari situ sering muncul momen kecil yang justru paling berkesan.