Day 1 Solo traveling di Solo 🥰
Agak kacau, banyak bingungnya, ada nyasarnya, kadang galau, beberapa hal ke-skip. Tapi semua hal itu yg bikin istimewa dan patut dikenang 🤣🤣
Awal2 mikirnya gak ketinggalan/salah naik kereta aja udah syukur.. Aku ini udah bersyukur banget
sampe solo dengan selamat sentosa meski kurang tidur karna semalaman di kereta cuma tidur ayam 🥹🥹
Solo sebagai kota dengan nuansa budaya yang kental selalu menawarkan pengalaman berbeda untuk para pelancong, terutama yang melakukan solo traveling. Dari pengalaman saya, perjalanan pertama kali di Solo memang penuh kejutan dan terkadang bikin bingung, tapi justru itu yang jadi kenangannya. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah menikmati sarapan Soto Triwindu di Pasar Triwindu. Soto ini bukan sekadar makanan, tapi comfort food khas Solo yang kaya rempah dan aromanya begitu menggugah selera di pagi hari. Menu tambahan seperti lidah, paru, tempe mendoan, dan sosis solo bikin pengalaman makan semakin lengkap dan otentik. Harganya sangat terjangkau, cocok buat traveler dengan budget hemat. Saya juga sempat ngobrol santai dengan bapak warung kaki lima yang membuat suasana makin hangat. Setelah itu, saya melanjutkan eksplorasi ke Museum De'Tjolomadoe. Museum ini menawarkan pengalaman berbeda dengan suasana unik ditambah aroma dupa. Meski awalnya bingung mencari loket tiket, pelayanan ramah petugas memudahkan perjalanan. Museum ini cocok untuk menambah wawasan sejarah sekaligus menikmati suasana tradisional yang masih kental. Saat makan siang, saya mencoba Warung Iga Cak Erwan di Colomadu yang terkenal dengan iga bakar madu-nya. Rasanya gurih dan empuk, walau porsinya terlihat kecil tapi cukup mengenyangkan. Pengalaman unik lainnya adalah salah perhitungan jarak dan waktu saat pesan ojek online, yang ternyata hanya 2 menit jalan kaki, membuat saya belajar lebih teliti dalam merencanakan perjalanan. Malam harinya, saat tahun baru, saya memilih untuk tetap di hotel menghindari keramaian dan mencari makanan terdekat. Staf hotel merekomendasikan pendopo yang sangat dekat dan suasananya sangat tradisional Jawa, memberikan pengalaman berbeda menikmati malam tahun baru dengan nuansa lokal yang kental. Solo memang kota yang membuat saya jatuh cinta lewat kesederhanaannya dan kehangatan masyarakatnya. Bagi yang ingin mencoba solo traveling, saya sarankan untuk tidak terlalu perfeksionis dalam rencana perjalanan. Biarkan momen kebingungan dan kesalahan menjadi bagian dari cerita perjalanan yang menambah warna pengalamanmu. Jangan lupa mencoba kuliner lokal seperti Soto Triwindu dan berbagai jajanan pasar yang autentik sebagai bagian dari perjalananmu di Solo.







