Es Khas Indonesia (Part 2)

Alo Ges,

Kalo Es kemarin belum ada yang bikin ngiler, tenang aja. Masih ada Es-es lainnya. Kali ini pasti ada yang bikin kamu nyangkut. Gas chek it out!!!

✅6.Es Kuwut, Bali

"Kuwut" dalam bahasa Bali berarti kelapa, yang menjadi bahan utama minuman ini. Es Kuwut terdiri dari campuran air kelapa muda, daging kelapa, biji selasih, jeruk nipis, dan potongan melon. Rasa segar asam manis dari jeruk dan kelapa membuat Es Kuwut populer sebagai pelepas dahaga.

✅7.Es Teler, Sukoharjo

Nama es teler bermula dari seorang pengunjung yang mengatakan "esnya bikin teler". Tidak salah jika es ini dinamakan teler, karena kenikmatannya bikin merem melek. Isinya terdiri dari apel, anggur, semangka, nangka, alpukat, kelapa, dan susu kental manis.

✅8.Es Goyobod, Garut

Es Goyobod populer sebagai salah satu minuman khas Jawa Barat, terutama di daerah Garut. Minuman bersantan ini punya isian yang cukup beragam layaknya es campur, yaitu kelapa muda, buah avokad, dan goyobod yang terbuat dari tepung hunkue.

✅9.Es Podeng, Madura

Sesuai namanya, "podeng" dalam bahasa Madura berarti putar. Es ini dibuat secara  tradisional dengan cara diputar. Es podeng sering disajikan dengan taburan kacang tanah yang dicincang kasar, meses, dan susu cokelat kental manis.

✅10.Es Nona, Pontianak

Es ini berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Berisi potongan pepaya, kacang merah, tape, dan susu kental manis. Pepaya yang digunakan adalah pepaya yang sudah direndam air kapur sirih sehingga membuatnya menjadi renyah ketika digigit.

Gimana? Pasti dong ada yang nyangkut? Buru gas pesen, hehehe

Salam,

Tingtink

#es #indonesian #drinkideas #fyp #enak

Kabupaten Tangerang
4/19 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelain beberapa es tradisional yang sudah disebutkan, Indonesia kaya akan variasi minuman es yang menggugah selera. Misalnya, es campur yang sering ditemukan di berbagai daerah, menggabungkan aneka buah, jelly, dan sirup manis yang menyegarkan. Pengalaman saya mencoba Es Kuwut di Bali sangat menyenangkan, rasa kelapa muda dan jeruk nipisnya benar-benar menyatu, memberikan sensasi asam-manis yang pas untuk cuaca tropis. Es Teler yang berasal dari Sukoharjo juga jadi favorit saya karena kombinasi buah segarnya seperti apel, anggur, dan alpukat yang creamy berpadu dengan susu kental manis, menjadikannya minuman yang cukup mengenyangkan. Keunikan Es Podeng dengan cara pembuatannya yang diputar dan taburan kacang serta meses membuatnya tak hanya nikmat tapi juga menarik untuk dicoba. Selain itu, es khas daerah seperti Es Goyobod dari Garut yang menggunakan bahan tepung hunkue serta santan memberikan rasa yang kental dan khas Jawa Barat, sangat cocok bagi yang menyukai minuman bersantan. Sedangkan Es Nona dari Pontianak memiliki ciri khas pepaya renyah yang direndam air kapur sirih, yang saya rasa menambah tekstur unik dan pengalaman berbeda saat menikmati kuliner es. Saat memilih es tradisional, penting untuk memperhatikan kesegaran bahan dan cara penyajian agar tetap nikmat. Banyak penjual lokal yang menjaga resep turun-temurun sehingga cita rasa aslinya tetap terjaga. Bagi kamu yang ingin mencoba membuat sendiri, resep sederhana dengan bahan mudah diperoleh bisa menjadi pilihan seru untuk eksplorasi rasa di rumah. Kesimpulannya, es khas Indonesia bukan hanya sekadar minuman pelepas dahaga, tapi juga representasi kekayaan budaya kuliner dari berbagai daerah. Jangan ragu mencoba setiap varian karena setiap jenis es memiliki keunikan rasa dan tekstur yang menarik untuk dieksplorasi.