Kelas Cici Perfume: PROUST EFFECT
Siapa yang kalau cium suatu aroma jadi teringat sama sesuatu, apakah itu kenangan akan mama atau mantan? Simak penjelasannya di sini.
#perfumetalk
Pernahkah kamu mencium suatu aroma yang tiba-tiba membawa kamu kembali ke masa lalu? Fenomena ini disebut Proust Effect, di mana indra penciuman langsung mengaktifkan bagian otak yang mengatur emosi dan memori—limbic system. Berbeda dengan indera lain yang kerap melewati proses logika terlebih dahulu, penciuman memiliki jalur langsung yang membuat aroma mampu membangkitkan kenangan sekaligus perasaan. Dalam pengalaman saya ketika mencoba berbagai parfum, saya menyadari bahwa wangi tertentu tidak hanya membuat saya merasa nyaman, tetapi juga mengingatkan saya pada momen tertentu, seperti saat liburan keluarga atau pertemuan spesial. Ini mengapa aroma parfum kerap bersifat sangat personal, karena tidak sekadar bau harum tapi menyimpan cerita hidup kita. Parfum bisa menjadi comfort scent, yaitu aroma yang memberikan rasa tenang dan aman, apalagi jika dipakai pada momen spesial yang membekas kuat di ingatan. Misalnya, parfum yang dipakai saat perayaan ulang tahun atau acara penting akan melekat dalam memori emosional, membuat kita secara instan bisa mengakses kembali perasaan dan kenangan itu. Selain itu, memilih parfum juga menjadi bagian dari ekspresi diri dan fase hidup seseorang. Misalnya, aroma yang berbeda bisa menjadi penanda perjalanan hidup, seperti wangi floral yang membawa kesan muda dan segar, atau aroma kayu yang memberikan kesan hangat dan dewasa. Jadi, berikutnya saat kamu jatuh cinta pada sebuah aroma, bukan hanya wanginya yang memikat, tapi mungkin juga karena kenangan dan cerita yang terkandung di dalamnya. Aromaterapi pun memanfaatkan hal ini, di mana aroma tertentu dipercaya mampu mempengaruhi mood dan pikiran. Memahami Proust Effect membuat kita lebih menghargai keistimewaan indra penciuman dan bagaimana parfum bisa menjadi jembatan antara masa kini dan masa lalu yang penuh makna.





