Main Campur-campur warna yuk!
Ternyata belajar mencampur warna seru banget! Selain mencampur warna, bisa melatih motorik halus anak juga.
Yuk coba main juga dirumah.
Jangan lupa follow @perwitahasrii untuk lihat ide main lainnya.
#idebermainanak #toodleractivity #kidsactivities #kegiatananak #stimulasi
Belajar campuran warna dasar itu ternyata seru banget buat anak, apalagi kalau konsepnya dibuat seperti main color game di rumah. Aku biasanya mulai dari mengenalkan tiga warna primer dulu: merah, kuning, dan biru. Dari tiga warna ini, anak bisa pelan-pelan paham bahwa hasil campuran warna primer adalah warna sekunder seperti oranye, hijau, dan ungu. Biasanya aku siapkan wadah kecil-kecil, pipet atau sendok, dan cat air atau pewarna makanan. Di tiap wadah aku taruh sedikit warna dasar, lalu ajak anak meneteskan satu warna ke warna lain sedikit demi sedikit. Teknik mewarnai dengan satu warna yang dicampur sedikit demi sedikit ini bikin anak belajar sabar dan teliti, plus melatih motorik halus saat mereka mengaduk pelan-pelan. Supaya lebih kebayang, aku juga pernah bikin semacam "katalog campuran warna" sederhana di kertas. Di situ aku tulis campuran warna dasar yang kami coba, misalnya: - Merah + Kuning = Oranye - Kuning + Biru = Hijau - Biru + Merah = Ungu Anak senang banget karena ada "daftar campuran warna lengkap" versi kami sendiri. Setiap kali kami menemukan warna baru, kami tambahkan di kertas itu seperti színkeverés táblázat (tabel pencampuran warna) mini ala rumahan. Kalau mau lebih eksplor, aku juga pernah coba campuran warna untuk bikin krem. Rumus campuran warna cream yang sering kupakai di aktivitas mewarnai anak: putih dicampur sedikit kuning dan sedikit cokelat. Aku campur pelan-pelan sampai dapat warna cream yang halus. Anak suka pakai warna ini untuk mewarnai es krim atau kue di gambar mereka. Untuk stimulasi sensorik, medianya bisa macam-macam, tidak melulu cat air. Kadang aku pakai yogurt putih yang aman dimakan, lalu tambahkan sedikit pewarna makanan merah, kuning, dan biru. Dari situ, anak bisa eksplor mezcla de colores secundarios (campuran warna sekunder) sambil tetap aman kalau tanpa sengaja menyentuh mulut. Supaya kegiatan makin menarik, aku suka simpan hasil gambar campuran warna anak. Misalnya gambar hujan pelangi, es krim warna-warni, atau katalog warna di satu folder khusus. Lama-lama, mereka akan punya semacam gambar campuran warna favorit yang bisa dikenang. Aktivitas sederhana seperti ini ternyata bukan cuma buat seru-seruan, tapi juga jadi stimulasi awal mengenal konsep colores primarios dan cara pencampuran warna yang nanti kepakai terus saat mereka mulai serius menggambar atau mewarnai. Kalau kamu coba di rumah, boleh banget bikin versi kamu sendiri: bisa bentuk tabel warna, roda warna, atau hanya coret-coret bebas. Yang penting, biarkan anak bereksperimen dengan aman, tidak perlu takut salah, karena dari "kesalahan" campuran warna itu justru sering muncul warna baru yang unik.































