Pertama Kali Digituin Orang😰😰
Hai lemonades🥰,
#JujurAja Kejadian diatas adalah Pertama kali nya aku digituin sama orang selama aku Jualan...kok ada ya orang kaya gitu😆😆
Etika dalam berbelanja apakah dia ga pernah tau ato gimana sih🤭🤭...Kaliam pernah ga nemu kasus yang ky gitu?
Biasa nya emang ada aja Rintangan Dalam Berbisnis usaha sendiri...jadi ya sabar2 aja deh...nanti bakalan dapat hikmah dibalik kejadian tersebut🥰🥰
Aku jujur dulu mikir, kalau ada masalah antara penjual dan pembeli pasti bisa dibicarain baik-baik. Sampai akhirnya ngalamin sendiri kejadian “digituin” di chat WhatsApp. Dari luar mungkin kelihatan sepele, cuma percakapan penjual dan pembeli biasa. Tapi pas di posisi aku, rasanya campur aduk: kaget, sedih, kesal, tapi juga jadi banyak belajar. Awalnya dia cuma tanya-tanya soal gelang kristal kaca hologram yang aku jual. Nanya bahan, nanya warna, nanya bisa berubah warna atau nggak, bahkan sampai aku kirimin video biar lebih jelas. Sebagai penjual, aku sudah berusaha jelasin sejelas mungkin, fast response, dan tetap pakai bahasa sopan. Buat aku, pembeli memang raja, tapi raja juga kan tetap perlu punya etika. Pelan-pelan mulai kerasa aneh. Cara dia chat makin ketus, seolah-olah aku yang salah terus. Dia sempat ngasih kesan kaya pengen gratisan, padahal dari awal aku sudah tulis harga dan jelasin benefit gelang hijau itu. Dari kata-katanya, mulai muncul kalimat yang bikin mental goyah, seperti nuduh aku nggak niat jualan, sampai akhirnya keluar kata yang paling nyelekit: dibilang bodoh. Di situ aku benar-benar ngerasa, “kok ada ya orang kaya gitu?” Buat teman-teman yang juga jualan online, percakapan penjual dan pembeli kayak gini pasti pernah kalian lihat atau alami. Menurut aku, ada beberapa hal yang bisa bantu kita tetap waras: 1. **Tetap sopan, tapi punya batas.** Di awal, usahakan jawab dengan ramah dan informatif. Tapi kalau sudah masuk ranah hinaan pribadi, wajar banget kalau kita memilih berhenti membalas atau bahkan blokir. Kesehatan mental penjual juga penting. 2. **Jangan bales kasar walau lagi emosi.** Jujur, waktu dibilang bodoh itu tensi auto naik. Tapi aku mikir lagi, kalau aku bales dengan kata-kata yang sama, nggak akan selesai, malah bisa discreenshoot dan diputarbalikkan. 3. **Simpan chat sebagai pengingat dan pelajaran.** Tangkapan layar percakapan kadang bikin kita flashback dan kesel lagi, tapi di sisi lain bisa jadi pengingat: lain kali kalau ketemu tipe pembeli seperti ini, kita sudah tahu harus bagaimana. 4. **Bedain kritik dan hinaan.** Kalau ada pembeli komplain dengan sopan, itu bisa jadi masukan. Tapi kalau isinya cuma maki-maki dan menjatuhkan, itu bukan kritik, itu kurangnya etika. Aku sendiri akhirnya mutusin buat blok dia, karena percakapan sudah nggak sehat dan hanya menguras energi. Setelah kejadian itu, aku jadi lebih peka membedakan mana pembeli yang benar-benar serius, mana yang cuma iseng atau toxic. Rintangan dalam berbisnis itu memang selalu ada, entah lewat barang retur, komplain, atau chat yang bikin mental down. Kalau kalian punya pengalaman pertama kali digituin pembeli juga, boleh banget sharing. Kadang dengan baca cerita orang lain, kita merasa lebih kuat dan tahu kalau kita nggak sendirian menghadapi drama percakapan penjual dan pembeli di dunia online ini.










wahh kalau kyk gtu aku langsung blokir kak orang nya dari awal. soalny dari awal aja chat dia kyk gtu