Aku mau Berbagi pengalaman ku nih...Alasan ku kapok di Bleaching dan di Highlight karena:
1) Rambut jadi kering
2) Rambut jadi kusut karena di Bleaching
3) Highlight bagus di awal tapi lama2 cat luntur warna rmbut jadi belang2
4) Salah nya aku pake sembarang shampoo...harus nya pake shampoo khusus rmbut warna...shampoo silver gtu biar wrna rmbut awet
5) Harus nunggu rambut baru tumbuh panjang baru bisa di potong akar2 rmbut yg patah
Inti nya kalo mau rambut sehat jangan sampe deh di Bleaching dan di highlight itu kombo ngerusak rambut bgt🥹🥹🥹
Tapi kadang juga kangen rmbut berwarna sih wkkww karena rambut hitam bikin muka keliatan tua kadang wkwkw soalnya di muka ku kalo warna rmbut coklat,muka ku lebih fresh wkwk😆😆😆
Cuma karena 1 tahun lalu hamil jadi nya ga boleh di cat dan skrg masih menyusui jadi nya juga belum berani cat rambut😆😆
Menurut kalian busui udah boleh cat rambut ga si?🤔🤔
... Baca selengkapnyaJujur ya, yang bikin aku paling bingung itu: walaupun rambut sama hitamnya, kok bisa banget beda efeknya di wajah masing-masing orang. Di aku pribadi, rambut hitam pekat malah bikin muka keliatan lebih galak dan tua, sedangkan waktu rambut coklat atau ada highlight tipis, wajah rasanya lebih fresh dan lembut.
Tapi setelah ngalamin sendiri rambut kering, kusut, dan patah karena bleaching dan highlight, aku jadi mikir ulang. Sekarang aku lebih fokus cari cara biar walaupun rambut sama hitamnya, tetap bisa bikin wajah keliatan muda dan seger tanpa harus merusak rambut. Misalnya, aku mulai perhatiin model potongan rambut. Potongan layer tipis di bagian depan ternyata bikin rambut hitam keliatan lebih bergerak dan nggak terlalu "berat" di wajah. Poni tipis (see through bangs) juga bisa bantu lembutin ekspresi muka, jadi nggak kelihatan tua.
Hal lain yang aku notice, walaupun rambut sama hitamnya, tekstur rambut ngaruh banget. Rambut hitam yang halus, berkilau, dan jatuhnya rapi bisa bikin penampilan kelihatan lebih terawat. Makanya aku sekarang rajin pakai hair oil dan hair mask, terutama di ujung rambut yang dulu sempat di-bleaching. Aku juga belajar pilih shampoo yang lebih gentle dan fokus ke kelembapan, bukan sekadar wangi. Setelah trauma bleaching, aku jadi sadar kalau perawatan dasar kayak ini penting biar rambut hitam nggak kelihatan kusam.
Soal warna, aku sempat kepikiran opsi cat rambut tanpa bleaching, cuma untuk ngasih sedikit warm tone supaya nggak sehitam pekat sebelumnya. Tapi karena masih busui, aku lebih hati-hati. Aku baca-baca pengalaman orang lain, ada yang tetap cat rambut pakai produk yang klaim lebih aman, ada juga yang nunggu sampai selesai menyusui. Aku pribadi condong ke nunggu, sambil eksperimen dari segi styling aja.
Yang cukup bantu di aku: walaupun rambut sama hitamnya, kalau cara di-styling beda, hasil di wajah juga beda. Blow out lembut, sedikit wave di bagian bawah, atau cuma di-cekungin di ujung pakai sisir blow, bikin rambut hitam lebih hidup. Sedangkan waktu rambut lurus banget dan menempel di wajah, kesannya jadi strict dan lebih tua. Jadi sekarang aku main di styling ringan yang nggak merusak, tanpa heat berlebihan.
Aku juga mulai peka sama faktor lain yang ternyata pengaruh ke kesan tua atau muda: alis dan makeup. Rambut hitam pekat, kalau dipasangin alis super tebal dan gelap, wajah bisa kelihatan berat. Tapi kalau alis dibikin lebih natural, kemudian makeup dibuat soft, walaupun rambut sama hitamnya, overall look masih bisa kelihatan cute dan fresh.
Intinya, dari pengalaman kapok bleaching dan highlight, aku belajar kalau warna bukan satu-satunya penentu. Walaupun rambut sama hitamnya, kita masih bisa main di potongan, styling, perawatan, dan makeup supaya tetap kelihatan muda dan seger, tanpa harus mengorbankan kesehatan rambut, apalagi buat yang lagi hamil atau menyusui kayak aku sekarang.
tapi kamu cantik aja sih kak mau warna rambut apa juga karna kulitmu yg putih 👍🤩