Kali ini aku mau ceritain tentang pengalaman aku makan ayce sama suami yang berahkir rada kecewa🤭🤭😅😅
yaa ekspektasi nya ketinggian...di mulai dari tempat nya yang mungkin di ruko dan design nya yang biasa aja kali ya...lalu ditambah daging nya pas keluar kok ga sesuai yang dibayangkan😅😅🤭🤭
digambar keliatan daging besar2 gitu...ehh pas dateng potongan kecil2🤭🤭😅😅
lalu pesen yang premium yg lebih mahal malah agak lama sii dateng nya mungkin itu strategi nya mereka juga biar ga rugi kali ya😅🤭🤭
ya beginilah kalo makan kemakan review yang terlalu dilebih2kan😅😅...ya biasa lah yaa food blogger yang dibayar buat iklanin suatu resto kan emang dikasih yang the best wkwk😅😅🤭🤭
kalo kalian pernah alamin pengalaman yang serupa kah? yuk saling sharing di komen ya😁😁😁
... Baca selengkapnyaJujur aja, setelah coba AYCE mahal kemarin, aku jadi makin hati-hati tiap lihat iklan atau review food vlogger. Di video kelihatan dagingnya tebal, juicy, plating cantik banget, meja penuh daging premium semua. Tapi pas dateng sendiri, realitanya beda jauh: potongan daging kecil-kecil, grill-nya mungil, dan servicenya lama banget untuk menu yang premium.
Buat yang lagi mikir, “Worth it nggak sih AYCE mahal?” menurutku jawabannya sangat tergantung ekspektasi kamu. Kalau kamu berharap daging premium yang melt in your mouth, grill besar yang proper, tempat luas dan nyaman, plus servis super sigap, mending sekalian pilih AYCE di hotel bintang 5. Dengan harga sekitar 800 ribuan, banyak yang bilang pilihan dagingnya lebih variatif, kualitas lebih konsisten, dan ambience-nya juga berasa lebih ‘mahal’.
Pengalaman kemarin, kami pilih paket premium dengan harapan dagingnya beda jauh sama paket biasa. Ada beberapa potong yang memang enak, apalagi kalau dipanggang pas tingkat kematangannya pas dan dicocol saus hijau gitu, rasanya oke. Tapi overall, rasanya masih tergolong biasa aja untuk harga segitu. Malah aku lebih merasa puas di beberapa AYCE yang harganya lebih terjangkau, dengan kualitas daging yang mirip-mirip.
Yang agak bikin gemes, foto promosi dan konten review yang beredar itu bener-bener bikin ekspektasi melambung: daging besar-besar, marbling cakep, meja penuh nampan daging mentah yang menggiurkan. Nyatanya, pas order berkali-kali, datangnya sedikit-sedikit dan lama. Untuk paket premium, aku jadi ngerasa kayak “dibatasin halus” biar resto-nya nggak rugi. Grill yang kecil juga bikin proses memanggang jadi kurang nyaman, apalagi kalau makan bareng beberapa orang.
Tapi, nggak semua hal negatif juga. Sup miso-nya enak dan bisa refill, itu salah satu hal yang lumayan menyelamatkan pengalaman makan kami. Beberapa side dish juga okelah, walaupun bukan yang bikin pengen balik lagi. Kalau harus kasih nilai, mungkin sekitar 7,5/10, dan itu pun sudah termasuk poin plus dari suasana yang lumayan tenang karena tempatnya cukup sepi.
Pelajaran yang aku ambil:
1. Jangan langsung percaya 100% sama review berbayar.
2. Cek juga review jujur di Google Maps atau dari orang biasa, bukan cuma influencer.
3. Bandingkan harga AYCE mahal dengan alternatif lain, misalnya AYCE hotel atau resto lain yang sudah jelas kualitasnya.
Kalau kamu punya rekomendasi AYCE mahal yang benar-benar sepadan sama harga, terutama yang daging premiumnya beneran top dan grill-nya proper, boleh banget share di kolom komentar. Biar kita semua nggak gampang kemakan iklan lagi dan uang 800 ribu-an bisa dipakai di tempat yang lebih memuaskan.
tidak cocok di kantongku ini😂