2025/8/24 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam perjalanan saya memahami konsep absurditas hidup, saya belajar bahwa penerimaan adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang dan bermakna. Saya teringat kata-kata Dr. Fahruddin Faiz yang menekankan bahwa langkah pertama menghadapi absurditas adalah mengakuinya—menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu logis dan teratur. Melalui pengalaman pribadi, saya menemukan bahwa saat saya mencoba melawan kenyataan yang tidak masuk akal, justru membuat stres dan kebingungan bertambah. Namun, ketika saya memilih untuk menerima keadaan tersebut, saya merasakan kedamaian dan kekuatan baru untuk menjalani hari-hari dengan lebih lapang dada. Konsep ini sangat berhubungan dengan filosofi hidup ala Albert Camus yang menyarankan kita untuk tidak melawan absurditas, tetapi menerimanya untuk bisa hidup sepenuhnya. Kesadaran ini membuat saya lebih realistis dan bijak dalam menghadapi segala ketidakteraturan hidup, yang terkadang tak bisa kita kendalikan. Saya juga mulai menyadari pentingnya langkah 'terima saja' dalam menghadapi berbagai masalah yang tampak tidak logis—daripada memaksakan diri mencari alasan yang pasti, lebih baik menerima dan terus melangkah. Pendekatan ini membantu saya mempertahankan keseimbangan mental dan emosional, yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bagi siapa pun yang merasa hidup sering terasa absurd dan membingungkan, saya menyarankan untuk mencoba menerima ketidakteraturan itu sebagai bagian dari perjalanan hidup. Seperti yang saya alami, penerimaan bukan tanda menyerah, melainkan sebuah kekuatan untuk melanjutkan hidup dengan lebih bijak dan penuh makna.