Ketika Anak Memasukan Tangan ke Mulut
Menurut Freud, perkembangan psikoseksual manusia akan melewati beberapa fase, yakni:
🍃Fase oral
🍃Fase anal
🍃Fase phallic
🍃Fase laten
🍃Fase Genital
Memasukkan jari atau tangan ke mulut merupakan hal yang normal dilakukan oleh bayi yang berusia 2 bulan. Hal ini adalah bagian dari fase oral perkembangan yang biasanya akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usianya.
Anda tidak perlu khawatir berlebihan ya.. Yang perlu Anda lakukan adalah, pastikan tindakan yang ia lakukan tidak membahayakan kesehatannya. Beberapa langkah yang bisa Anda coba adalah:
Beri bayi mainan gigit (teether) untuk membuatnya nyaman (pastikan Anda senantiasa menjaga kebersihan dan sterilitas teether tersebut)
Hindari meletakkan benda-benda kecil yang tidak aman jika termakan di sekeliling bayi
Rajin mencuci tangan bayi
Jaga selalu kebersihan lingkungan sekitar bayi hindari benda-benda yang berbahaya.
Begitu ya Temen-temen.
Mengamati bayi memasukkan tangan atau jari ke mulut memang bisa membuat orang tua sedikit khawatir, terutama jika dilakukan terus-menerus. Namun, hal ini sebenarnya adalah bagian alami dari proses eksplorasi dan perkembangan bayi yang berada dalam fase oral. Saya pernah membaca dari seorang psikolog anak bahwa selama fase ini, bayi belajar memahami lingkungan sekitar melalui indera mulut mereka. Pengalaman saya saat menjaga keponakan yang berusia 3 bulan, saya selalu menyediakan mainan gigit (teether) yang aman dan steril. Selain itu, saya juga rutin membersihkan tangan bayi dan lingkungan sekitar agar risiko infeksi bisa diminimalkan. Hal lain penting yang saya pelajari adalah, jangan sampai bayi mengakses benda-benda kecil yang bisa tertelan dan membahayakan. Selain menjaga kebersihan, memberi perhatian dan stimulasi lain juga sangat penting agar bayi tidak bosan dan terus belajar hal baru. Misalnya, mengajak bayi bermain dan berinteraksi dengan suara-suara atau tekstur berbeda. Saya juga membaca bahwa masa ini akan berkurang seiring pertumbuhan gigi dan kemampuan bayi untuk mengendalikan gerakan tubuhnya lebih baik. Jadi, memang wajar kalau bayi suka memasukkan tangan ke mulut, selama orang tua memperhatikan aspek kebersihan dan keselamatan. Jangan lupa juga konsultasi dengan dokter anak jika merasa ada perilaku yang kurang biasa atau jika bayi tampak tidak nyaman. Dengan langkah-langkah ini, fase oral bayi bisa dijalani dengan aman dan menyenangkan bagi keluarga.
