MasyaAllah tabarokallah
Dulu aku sering banget ucapin “Masya Allah” kalau lihat sesuatu yang bagus atau lucu, tapi jujur awalnya cuma ikut-ikutan aja. Setelah belajar sedikit demi sedikit, aku baru paham kalau kalimat masya Allah itu punya arti yang dalam banget. Secara sederhana, “Masya Allah” berarti “ini adalah kehendak Allah” atau “apa yang Allah kehendaki, terjadi”. Jadi saat kita melihat sesuatu yang indah, menakjubkan, atau kabar baik, kita ucapkan Masya Allah sebagai bentuk pengakuan bahwa semua itu terjadi karena kehendak Allah, bukan murni karena usaha manusia. Misalnya: - Lihat anak sendiri lagi tidur pulas atau lagi pintar-pintarnya ngomong: “Masya Allah, pinter banget kamu nak.” - Dengar teman baru saja lulus, dapat kerja, atau naik jabatan: “Masya Allah, barakallah, ikut seneng dengernya.” - Lihat pemandangan alam yang indah: “Masya Allah, ciptaan Allah tuh luar biasa ya.” Banyak juga yang masih ketuker antara “Masya Allah” dan “Subhanallah”. Dari yang aku pelajari: - Masya Allah diucapkan saat kita kagum pada sesuatu yang baik dan ingin mengaitkannya dengan kehendak Allah. - Subhanallah lebih ke menyucikan Allah, biasanya saat kaget, takjub, atau melihat sesuatu yang di luar kebiasaan, termasuk kalau melihat sesuatu yang kurang baik, kita bisa ucapkan Subhanallah sebagai tanda mengingat Allah. Kalimat masya Allah juga sering dianjurkan saat kita memuji orang lain, misalnya memuji kecantikan, kesuksesan, atau apa pun yang dia punya. Jadi daripada cuma bilang “kamu cantik banget”, bisa diganti jadi, “Masya Allah, cantik banget, semoga Allah jaga selalu ya.” Katanya ini juga salah satu cara untuk menjaga dari ‘ain (pandangan dengki) dan sekaligus mendoakan kebaikan. Sekarang ini, kalimat seperti “Masya Allah” juga sering dipakai di video AI, editan CapCut, atau konten-konten islami yang aesthetic. Menurutku itu bagus selama kita tetap paham maknanya, bukan cuma dijadikan hiasan teks aja. Jadi waktu ngetik “Masya Allah” di caption atau tempel tulisan itu di video, aku berusaha sambil menghadirkan rasa syukur dan kagum beneran dalam hati. Sebagai bunda 2 anak, kalimat ini juga jadi semacam pengingat buat aku pribadi. Tiap lihat perkembangan anak, walaupun capek, aku coba biasakan bilang, “Masya Allah, Alhamdulillah,” supaya hati ingat bahwa semua itu titipan dan karunia. Lama-lama jadi kebiasaan baik yang bikin hati lebih tenang. Jadi, kalau teman-teman sering mendengar kalimat masya Allah memiliki arti apa, kurang lebih maknanya adalah mengakui kebesaran dan kehendak Allah atas segala hal yang kita lihat. Kelihatannya sederhana, tapi kalau benar-benar dipahami, kalimat pendek ini bisa bikin cara kita memandang hidup jadi lebih penuh syukur.





























