Untuk pertama kalinya aku merantau di umurku yang udah mau kepala 3 🥹
Ketakutan terbesarku kalau jauh dari keluarga adalah kalau terjadi apa2 sama anakku siapa yang bantu ya😭
Tapi kemudian aku sadar, kenapa aku mesti takut… ada Allah yang selalu dekat pertolongannya🥹
Maaf ya videonya landscape, karena rencananya pengen bikin vlog di youtube…tapi editnya masih ngumpulin niat😅
Merantau untuk pertama kali memang bukan hal mudah, terutama ketika sudah hampir memasuki usia kepala tiga dan memiliki tanggung jawab sebagai orang tua. Saya pernah merasakan sendiri bagaimana rasa takut dan kekhawatiran yang muncul ketika jauh dari keluarga terutama soal anak. Tidak ada ART atau pengasuh yang bisa membantu, membuat segalanya harus dikerjakan mandiri. Dalam pengalaman saya, kunci utama agar merantau terasa lebih ringan adalah dengan membangun rasa percaya diri dan mengandalkan kekuatan spiritual. Saya percaya bahwa Allah selalu dekat dan memberi pertolongan sehingga rasa takut itu perlahan bisa diredam. Selain itu, saya juga menerapkan pendekatan Montessori di rumah supaya anak saya belajar mandiri sejak dini. Misalnya mengajarkan dia menggunakan sendal sendiri, membuka dan memakai bajunya sendiri, serta mengurus kebutuhannya secara mandiri. Mengajak anak untuk aktif terlibat dalam pekerjaan rumah juga sangat membantu membiasakan mereka mengatur dirinya sendiri. Kita sebagai orang tua memang bukan sempurna dan pasti pernah merasa capek atau emosi, tapi yang penting tidak menyerah dan tetap bertanggung jawab penuh. Saya juga merekam proses ini dalam video karena ingin berbagi pengalaman lewat vlog di Youtube, walaupun masih harus mengumpulkan niat untuk proses editnya. Dari pengalaman ini saya belajar banyak, bahwa merantau bukan hanya soal meninggalkan keluarga tapi juga soal mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat, sekaligus mendidik anak agar bisa mandiri dan percaya diri sejak kecil. Sebagai orang tua, sangat penting untuk selalu dekat dengan nilai-nilai spiritual dan membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal meskipun kita jauh dari orang-orang tercinta. Semoga cerita ini bisa menginspirasi orang lain yang juga merasakan hal serupa, bahwa rasa takut dan rindu bisa diatasi dengan keberanian, keimanan, dan pendekatan yang tepat dalam parenting.





















