Petani Bojonegoro Uji Coba Alat Tanam Ponco Tani
Mengantisipasi tenaga tanam sekarang yang rebutan karena sudah semakin langka. Petani dari Bojonegoro meluncur ke Ponco Tani buat test drive alat tanam padinya untuk solusi di daerahnya. Ponco Tani | Jual Alat Tanam Padi dan Bibit Padi Semai Kering - Bodeh Pemalang
Sebagai petani, aku juga merasakan sendiri betapa sulitnya cari tenaga tanam padi belakangan ini. Dulu, tiap musim tanam selalu rebutan buruh tanam, apalagi kalau banyak lahan yang harus ditanam bersamaan. Dari situ aku mulai cari info soal mesin tanam padi, dan akhirnya tahu soal alat tanam minimalis dari Ponco Tani ini. Mesin tanam padi Ponco Tani pakai mesin Honda tipe GX35 dengan bahan bakar bensin. Berat alatnya sekitar 47 kg, jadi masih cukup gampang dipindah-pindah di lahan. Yang menarik, untuk mengerjakan 1 hektar lahan katanya cuma butuh sekitar 3–4 jam kerja, jauh lebih cepat dibanding tenaga manusia yang biasanya bisa seharian penuh, bahkan kadang harus disambung besok lagi kalau orangnya kurang. Waktu uji coba, petani dari Bojonegoro yang datang itu cerita kalau di desanya, khususnya Kecamatan Balen, tenaga tanam sudah mulai langka. Mereka dari kelompok tani Lumbung Bandung Satu merasa harus mulai berinovasi. Makanya mereka nekat datang ke Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, buat test drive alat tanam padi Ponco Tani. Dari uji coba itu, mereka bisa lihat langsung cara kerja 4 jarum tanam yang ditanam rapi dan jarak tanamnya lebih seragam. Yang sering ditanyain teman-teman petani ke aku itu biasanya soal biaya dan keawetan mesin tanam padi. Dari info yang aku dapat, harga alat tanam Ponco Tani sekitar 13,5 juta dan kadang ada diskon. Memang kelihatannya besar di awal, tapi kalau dihitung-hitung, biaya sewa tenaga tanam tiap musim padi ditambah risiko telat tanam karena kekurangan orang, malah bisa lebih rugi. Dengan mesin tanam padi, kita bisa atur jadwal sendiri tanpa harus menunggu buruh tanam kosong. Soal perawatan, mesin tanam padi ini prinsipnya mirip mesin pertanian lain: rutin ganti oli, cek busi, bersihin filter udara, dan jangan lupa bersihin bagian jarum tanam setelah dipakai supaya tidak berkarat dan tidak tersumbat lumpur. Kalau dirawat baik, mesin bisa dipakai beberapa musim tanam tanpa masalah berarti. Buat petani yang masih ragu, saran dari aku: kalau bisa, jangan langsung beli, tapi coba dulu test drive seperti petani Bojonegoro itu. Datang ke Ponco Tani di Desa Bodeh, lihat langsung cara kerja mesin tanam padi di sawah, tanya detail kebutuhan bahan bakar, kecepatan kerja, dan simulasi hitung balik modal. Dengan begitu, keputusan kita lebih mantap karena sudah lihat sendiri performanya. Menurutku, mesin tanam padi seperti Ponco Tani ini bukan cuma soal ikut-ikutan teknologi, tapi memang jadi solusi nyata buat kelangkaan tenaga tanam. Selama cara tanamnya cocok dengan pola budidaya di daerah kita, ini bisa bantu petani lebih mandiri, nggak terlalu bergantung pada buruh tanam yang makin susah dicari tiap musim.















































