▶️ KECOPETAN SAAT SHALAT
📡 Simak Poster Selengkapnya:
https://www.instagram.com/p/DTIFJcpkscp/
Menoleh saat shalat bukan sekadar gerakan ringan, melainkan bentuk “kecopetan” yang menggerogoti pahala dan kekhusyukan tanpa disadari. ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ menyebut perbuatan menoleh dalam shalat sebagai ikhtilās, yaitu pencurian cepat yang dilakukan setan dari shalat seorang hamba. Rasulullah ﷺ bersabda:
هو اخْتِلاسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطانُ مِن صَلاةِ العَبْدِ
“Itu adalah ikhtilas (pencurian cepat) yang dilakukan setan dari shalat seorang hamba.” (HR Bukhari: 751).
Maksudnya, setan mencuri kekhusyukan dan ketundukan hati ketika seorang muslim lalai di hadapan Rabb-nya, padahal Allah senantiasa menghadapkan perhatian-Nya kepada hamba selama ia tidak menoleh. Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ يَزَالُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُقْبِلاً عَلَى الْعَبْدِ وَهُوَ فِي صَلاَتِهِ، مَا لَمْ يَلْتَفِتْ، فَإِذَا الْتَفَتَ انْصَرَفَ عَنْهُ
“Allah senantiasa memperhatikan hamba-Nya saat shalat selama ia tidak menoleh. Bila ia menoleh, maka Allah akan meninggalkannya.” (HR Abu Dawud: 909, dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah serta Adz-Dzahabiy).
Oleh karena itu, marilah kita menjaga adab dalam shalat, menghadirkan hati, dan menunaikannya seakan itulah shalat terakhir kita. Semoga Allah melindungi kita dari gangguan setan dan mengaruniakan kekhusyukan dalam ibadah. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__








































