ETIKA MENGHUKUMI SAUDARA SEIMAN

📡 Simak poster selengkapnya:

https://www.instagram.com/p/DTSnMp5kir8/

Pernahkah kita merasa cepat menilai seseorang hanya dari satu kesalahan, lalu melupakan semua kebaikannya? Jika iya, mari sejenak berhenti dan renungkan bersama, karena Islam mengajarkan keadilan sebelum vonis.

Dalam Islam, keadilan adalah prinsip utama saat menyikapi saudara sesama muslim. Kita diajarkan untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ada waktu menimbang kebaikan dan kesalahan secara utuh, dan ada waktu memberi peringatan agar umat tidak terjatuh pada kekeliruan. Semua dilakukan dengan ilmu, bukan emosi.

Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mā'idah [5]: 8)

Saat menilai pribadi seseorang, para ulama mengajarkan untuk melihat mana yang lebih dominan dalam dirinya. Jika kebaikan dan pembelaannya terhadap sunnah lebih kuat, maka kesalahan yang sedikit tidak menjadikannya sesat. Sebagaimana kebaikan yang banyak tidak gugur hanya karena kekeliruan yang terbatas.

Namun, berbeda ketika kita sedang memperingatkan umat dari sebuah kesalahan atau penyimpangan. Dalam kondisi ini, menyebut kebaikan justru dapat melemahkan peringatan dan membingungkan kaum muslimin. Inilah keadilan yang seimbang antara menjaga kebenaran dan menjaga persatuan.

Mari belajar adil dalam menilai, lembut dalam menyikapi, dan tegas dalam menjaga agama. Semoga Allah ﷻ menjaga lisan dan hati kita dari kezaliman terhadap saudara sendiri.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

__

♻️ Silahkan disebarluaskan

1/10 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan pada situasi di mana harus menilai atau memberi teguran kepada saudara seiman yang melakukan kesalahan. Dari pengalaman pribadi, saya belajar bahwa penting untuk selalu mengedepankan rasa keadilan dan kebijaksanaan, sebagaimana yang diajarkan dalam Islam. Menilai seseorang hanya dari satu kesalahan kecil dapat menimbulkan ketidakadilan dan memutus tali persaudaraan. Sebaliknya, memandang keseluruhan kebaikan dari seorang muslim membuat kita lebih bijak dalam mengambil sikap. Saya pernah menyaksikan bagaimana sebuah peringatan yang disampaikan secara lembut dan dengan niat yang tulus menghasilkan perubahan positif pada seseorang. Ini menunjukkan bahwa dalam menyikapi saudara seiman, kita harus menggunakan ilmu dan hikmah, bukan emosi atau prasangka. QS Al-Mā'idah [5]: 8 sangat menekankan pentingnya berbuat adil walaupun terhadap orang yang mungkin kita tidak sukai. Ini mengajarkan bahwa menjaga keadilan adalah bagian dari takwa kepada Allah. Selain itu, saat memberikan peringatan kepada umat, saya menemukan bahwa fokus pada kesalahan tanpa mengedepankan kebaikan justru bisa membuat orang menjadi defensif atau bingung. Oleh karena itu, menyeimbangkan antara menyebut kebaikan dan mengingatkan kesalahan perlu dilakukan secara proporsional agar tetap menjaga persatuan dan semangat ukhuwah. Prinsip ini sangat relevan dalam kehidupan komunitas muslim saat ini, di mana perbedaan pendapat sering terjadi. Dengan menempatkan keadilan sebagai prioritas, kita dapat menghindari konflik yang tidak perlu dan membangun rasa saling menghargai serta mempererat tali persaudaraan. Semoga kita semua diberikan kekuatan oleh Allah untuk selalu berlaku adil, lembut dalam menyikapi, dan tegas dalam menjaga agama serta persaudaraan. Sebagai kesimpulan, menghukum saudara seiman bukan sekadar menilai kesalahan, tapi juga melihat konteks, kedalaman hubungan, dan nilai kebaikan yang melekat. Ini adalah bentuk nyata dari ajaran Islam yang mengutamakan keadilan dan kasih sayang dalam bermuamalah sesama manusia.