BEGADANG MEMBUKA PINTU DOSA BESAR
📡 Simak Poster Selengkapnya:
https://www.instagram.com/p/DTUVKeREplB/
Sebagian orang terbiasa begadang untuk bermain game, menonton film, atau nongkrong tanpa tujuan. Akibatnya tubuh lelah dan tidak jarang shalat Shubuh pun terlewat. Padahal shalat adalah kewajiban utama seorang muslim. Begadang hingga lalai shalat Shubuh bukan termasuk udzur, karena udzur hanya berlaku bagi orang yang biasa menjaganya lalu tertidur karena sebab tertentu. Rasulullah ﷺ bersabda:
الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” (HR. Tirmidzi: 2621).
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan yang artinya:
“Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja termasuk dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ibn al-Qayyim, Kitāb aṣ-Ṣalāh, hlm. 31.)
Jangan sampai kesenangan sesaat membuat kita lalai dari kewajiban yang paling utama. Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap mendahulukan shalat, serta tidak terbuai oleh hiruk-pikuk dunia yang sementara.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
Begadang memang sering dianggap sepele oleh sebagian orang—aktivitas yang dilakukan untuk bermain game, menonton, atau sekadar nongkrong. Namun, dari pengalaman pribadi dan pengamatan saya, begadang ternyata punya dampak yang lebih dari sekadar membuat tubuh lelah. Terutama bagi seorang muslim, begadang sering kali berujung pada tertinggalnya shalat Shubuh, yang pada akhirnya menimbulkan konsekuensi serius bagi keimanan. Saya pernah mengalami masa-masa dimana sering begadang tanpa tujuan jelas, hanya untuk mengikuti tren atau karena ingin melepas penat. Namun, setelah saya memahami hadits dan pendapat ulama seperti Ibnul Qoyyim yang menegaskan bahwa meninggalkan shalat dengan sengaja termasuk dosa besar, saya mulai merasakan beban spiritual yang berat. Dalam keseharian, menjaga waktu salat adalah pondasi agar kita tetap terhubung dengan Allah dan menjauhkan diri dari dosa. Selain sisi spiritual, begadang juga mempengaruhi kualitas kesehatan fisik dan mental. Tubuh yang kurang istirahat dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari penurunan daya tahan tubuh hingga gangguan konsentrasi. Kondisi ini akhirnya membuat kita lebih mudah lalai dan menjauh dari kewajiban ibadah. Dari pengalaman saya, ada beberapa langkah praktis yang membantu menghindari begadang berlebihan: 1. Membuat jadwal tidur yang konsisten agar tubuh terbiasa istirahat cukup. 2. Menghindari aktivitas yang mengundang lupa waktu seperti bermain game atau menonton serial terlalu lama. 3. Mengingat tujuan hidup sebagai muslim dengan menjaga waktu shalat sebagai prioritas utama. 4. Meminta dukungan keluarga dan teman agar saling mengingatkan dan menjaga semangat beribadah. Semoga dengan memahami betul bahayanya begadang dari sudut pandang agama dan kesehatan, kita semua bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dalam dosa besar ini. Kesenangan sementara memang menggoda, tapi ingatlah bahwa kehidupan akhirat jauh lebih kekal. Semoga Allah membuka hati kita agar selalu mendahulukan shalat dan melindungi kita dari godaan dunia yang bisa merusak akidah dan amal ibadah.
