FENOMENA SUMPAH SEMBARANGAN

📡 Simak poster selengkapnya:

https://www.instagram.com/p/DTmI649knop/

Fenomena sumpah sembarangan kerap terdengar dalam kehidupan sehari-hari, seperti ucapan “sumpah demi apa pun”, “demi semesta”, atau “demi kamu”. Padahal, sumpah merupakan bentuk pengagungan yang dalam Islam hanya boleh ditujukan kepada Allah semata. Menjadikan makhluk sebagai objek sumpah termasuk perkara serius karena berpotensi menyeret kepada kesyirikan. Allah ﷻ berfirman:

فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Maka, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 22).

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ حَلَفَ بِغَيْراللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ

“Barang siapa bersumpah dengan (menyebut nama) selain Allah, maka sungguh dia telah kufur, atau telah berbuat syirik.” (HR Tirmidzi: 1535 dan Abu Dawud: 3251).

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

من كان حالفا فليحلف بالله أو ليصمت

“Barang siapa yang bersumpah, maka bersumpahlah dengan nama Allah atau hendaknya ia diam.” (HR Bukhari: 6646).

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim menjaga lisannya, mengagungkan Allah dengan benar, serta menghindari sumpah-sumpah yang dilarang, seraya memohon kepada-Nya agar diteguhkan di atas tauhid yang murni dan dijauhkan dari segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

__

♻️ Silahkan disebarluaskan

1/17 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam keseharian, kita sering tanpa sadar mengucapkan sumpah sembarangan yang mungkin dianggap enteng, seperti "sumpah demi kamu", "demi langit", atau "demi semesta". Dari pengalaman pribadi, saya menyadari bahwa ucapan seperti itu sebenarnya memiliki konsekuensi serius terutama dalam kacamata Islam. Sumpah bukan sekadar kata-kata kosong, melainkan sebuah pengagungan yang hanya pantas ditujukan kepada Allah. Saya pernah mendengar ceramah yang mengingatkan betapa bahayanya jika kita mengucapkan sumpah atas nama selain Allah, karena itu bisa termasuk syirik, sebuah dosa besar yang harus dijauhi. Setiap sumpah yang kita ucapkan sebaiknya mencerminkan kesungguhan dan harus dilandasi niat yang benar, serta tentu saja hanya dengan menyebut nama Allah. Hal ini terkandung dalam beberapa hadis yang mengingatkan umat Islam untuk hanya bersumpah dengan nama Allah atau tidak sama sekali. Selain itu, menjaga lisan juga berarti berusaha untuk tidak mudah mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat atau bahkan bisa merusak hubungan sosial dan spiritual kita. Saya sendiri mencoba untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata, terutama ketika sedang marah atau emosi, agar tidak terjerumus dalam sumpah yang dilarang. Secara praktis, hal ini mengajarkan kita untuk lebih mindful dan sadar bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulut kita memiliki dampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Melalui pemahaman ini, saya berusaha untuk memegang teguh prinsip tauhid yang murni, dengan menjauhkan diri dari kebiasaan yang dapat menyeret kepada kesyirikan. Bagi pembaca, saya menyarankan untuk mulai memperhatikan ucapan sehari-hari dan mengubah cara kita bersumpah. Jadikanlah sumpah sebagai bentuk ibadah yang sakral hanya kepada Allah. Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga kesucian hati dan lisan, tetapi juga meningkatkan kualitas iman dan ketaqwaan kita. Semoga dengan saling mengingatkan dan berbagi pengalaman seperti ini, kita bisa menjadi umat yang lebih baik dan bertakwa, terhindar dari perilaku yang dapat mendatangkan dosa besar. Jangan lupa untuk menyebarluaskan pemahaman ini agar semakin banyak yang sadar dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.