DILEMA HILAL: ANTARA KEYAKINAN PRIBADI DAN KETAATAN
📡 Simak Poster Selengkapnya:
https://www.instagram.com/p/DU27T7gkvRu/
Terkadang muncul kebingungan di tengah kaum Muslimin yaitu bagaimana jika seseorang merasa melihat hilal Ramadhan atau Syawal, namun kesaksiannya tidak diterima oleh pemerintah? Haruskah ia berpuasa atau berlebaran sendiri? Ataukah tetap mengikuti keputusan resmi? Di sinilah muncul dilema antara keyakinan pribadi dan ketaatan demi kebersamaan.
Allah ﷻ berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah [2]: 185).
Nabi ﷺ bersabda yang artinya:
“Puasa itu adalah hari kalian semua berpuasa, dan Idul Fitri adalah hari kalian semua berbuka...” (Jami` At-Tirmidzi: 697).
Hadits ini menunjukkan bahwa ibadah puasa dan hari raya terkait dengan keputusan kolektif kaum muslimin. Karena itu, Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa seseorang yang melihat hilal namun tidak diterima kesaksiannya, tidak perlu berpuasa atau berlebaran sendiri. Sebab secara syariat, “hilal” adalah yang diumumkan dan dikenal oleh masyarakat luas.
Tujuannya jelas yaitu menjaga persatuan dan menutup pintu perselisihan. Bahkan Imam Ahmad bin Hanbal menasihatkan agar berpuasa bersama pemimpin dan kaum muslimin di negeri tersebut.
Mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Ramadhan dan Syawal bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari menjaga ukhuwah dan kebersamaan umat. Dalam persatuan ada keberkahan, dan dalam perpecahan ada mudarat. Maka sikap yang paling selamat adalah bersama Al-Jamaah, demi meraih rahmat Allah Ta’ala.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah























































