Menjalani peran sebagai ibu menyusui sekaligus menjadi working mom memang tidak mudah yaaa, Maa. Salut banget untuk perjuangan Mama! 🥺✨
Tapi di tengah padatnya pekerjaan kantor, usahakan jangan sampai menunda jadwal perah ASI ya, Ma. Penumpukan ASI yang dibiarkan terlalu lama bisa memicu rasa nyeri, pembengkakan, hingga risiko mastitis. 🤗💞
Yuk, simak penjelasan lengkap dari pakarnya demi kesehatan Mama yuk! ❤️
Baca selengkapnya di popmama.com.
Sebagai seorang ibu yang penuh dedikasi menjalani peran sebagai working mom sekaligus menyusui, saya merasakan betul tantangan dalam mengatur waktu memerah ASI di tengah kesibukan pekerjaan. Pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa disiplin dalam menjadwalkan waktu untuk memerah ASI sangat krusial untuk mencegah rasa nyeri dan pembengkakan yang saya alami sebelumnya. Awalnya saya sering merasa malas menyempatkan waktu karena takut mengganggu pekerjaan, namun setelah menyadari risiko mastitis yang bisa timbul akibat penumpukan ASI, saya mulai membuat alarm pengingat setiap 3 jam sekali untuk memerah ASI. Selain itu, saya juga belajar teknik memerah ASI dengan tangan yang ternyata lebih lembut dan efektif dalam merangsang keluarnya ASI, tanpa harus bergantung pada pompa listrik yang kadang merepotkan saat di kantor. Manfaat rutin memerah ASI ini ternyata bukan hanya menjaga kelancaran produksi ASI bagi bayi, tapi juga menjaga kesehatan fisik saya sebagai ibu. Rasa nyeri berkurang drastis dan saya merasa lebih nyaman menjalani aktivitas harian. Saya juga rutin membersihkan alat dan tempat memerah agar tetap higienis. Saran saya, bagi para Mama yang bekerja, jangan anggap remeh jadwal memerah ASI. Konsistensi dan teknik yang tepat sangat berpengaruh. Selain itu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahli atau komunitas ibu menyusui agar dapat dukungan dan tips yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan manajemen yang tepat, perjuangan menyusui sambil bekerja bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi Mama dan si Kecil.









