Ngamuk pas lomba 17-an ini nggak apa-apa ya, adeknya lagi belajar mengolah emosi seiring tumbuh kembangnya. Semangat adeeekkk! 🤗🤗
Terima kasih sudah sharing, Kak! (at)zelineyuningsih15
Menghadapi emosi anak, terutama dalam situasi kompetitif seperti lomba 17-an, memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Saya pernah mengalami hal serupa ketika anak saya menunjukkan kemarahan di tengah lomba. Hal ini sebenarnya wajar, karena anak-anak sedang belajar mengenali dan mengelola perasaan mereka. Sebagai orang tua, saya belajar untuk tetap tenang dan memberikan pengertian kepada anak bahwa perasaan marah dan kecewa itu normal, tapi kita harus belajar mengendalikannya supaya bisa lebih bahagia dan sukses di masa depan. Saya mengajak anak untuk menarik napas dalam-dalam dan mengalihkan perhatian ke hal-hal positif, seperti menyemangati teman atau menikmati permainan tanpa harus selalu menang. Menggunakan kalimat-kalimat yang menenangkan dan memberikan contoh ekspresi emosi yang sehat juga sangat membantu. Misalnya, menunjukkan bahwa menangis atau merasa sedih adalah hal yang boleh, tetapi kita bisa belajar untuk bangkit dan mencoba lagi dengan semangat baru. Saya juga rutin memberi pujian saat anak berhasil mengendalikan emosi, sekecil apapun itu, agar dia merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar. Melalui pengalaman ini, saya semakin percaya bahwa mengolah emosi adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak yang tidak boleh diabaikan. Semangat untuk para orang tua dan anak-anak dalam belajar mengelola emosi, terutama saat mengikuti lomba atau kegiatan yang penuh tantangan. Percayalah, proses ini akan membentuk karakter dan kecerdasan emosional yang kuat untuk masa depan mereka.
