... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali belajar bikin Ayam Koto Gadang, aku juga sempat bingung soal bumbunya. Ternyata kuncinya ada di komposisi bumbu halus dan cara masaknya. Versi yang aku share ini lebih ke gaya rumahan, simpel tapi tetap berasa Minangnya.
Untuk bumbu ayam koto gadang, aku biasanya pakai perbandingan bawang merah lebih banyak daripada bawang putih, jadi wangi manisnya lebih keluar. Misalnya untuk 1 ekor ayam kecil, aku pakai kurang lebih: segenggam bawang merah, 4–5 siung bawang putih, 3–4 butir kemiri, jahe dan lengkuas masing-masing sekitar 2 cm, kunyit sedikit saja (opsional, cuma buat warna), plus ketumbar bubuk dan garam secukupnya. Semua ini digiling halus, boleh pakai cobek atau blender.
Tips penting: bumbu halus ini dibagi dua. Setengah bagian dipakai untuk merebus ayam sampai setengah matang. Proses ini bikin ayam lebih empuk dan bumbunya meresap dari dalam. Aku suka memarinasi dulu sebentar dengan bumbu halus sebelum direbus, sekitar 10–15 menit, baru kemudian ditambah air dan direbus. Air rebusan ayamnya jangan dibuang semua, sisakan sedikit untuk nanti ditambahkan saat menumis.
Setengah bumbu halus yang lain dipakai untuk tumisan. Di tahap ini, aku tumis dulu bawang merah iris sampai harum, baru masuk bumbu halus dan cabai hijau giling. Kalau mau warna cabai hijau tetap cantik dan nggak cepat menghitam, bisa ditambah sedikit air jeruk limau dan jangan masak dengan api terlalu besar. Cabai hijau dan tomat hijau ini yang bikin khas rasa Ayam Lado Hijau Khas Minang.
Daun jeruk, daun kunyit, daun salam, dan sereh menurutku wajib kalau mau rasa dan aromanya benar-benar mirip masakan Minang. Kalau di rumah lagi nggak lengkap, minimal aku usahakan tetap ada daun jeruk dan sereh, karena dua ini yang paling kerasa bedanya. Masukkan semua daun aromatik saat menumis bumbu, biar wangi menyatu dengan bumbu ayam koto gadang.
Setelah bumbu matang dan wangi, baru masukkan ayam rebus beserta sedikit air rebusannya. Tambah air secukupnya sesuai selera, mau agak berkuah atau lebih kental. Aku pribadi suka kuahnya nggak terlalu banyak, jadi lebih mirip semikuah yang nyelimuti ayam. Di tahap akhir baru koreksi rasa: garam, penyedap kalau suka, dan cek tingkat pedas. Kalau dirasa kurang pedas, bisa tambahkan cabe rawit utuh atau diiris.
Satu lagi pengalaman pribadi, Ayam Lado Hijau ini justru lebih enak dimakan beberapa jam setelah matang karena bumbunya makin meresap. Biasanya aku masak pagi, siang atau sore baru dimakan bareng nasi hangat. Disajikan dengan lalapan timun atau daun singkong rebus juga cocok banget. Jadi kalau mau coba, jangan takut bereksperimen sama bumbu ayam koto gadang ini, tinggal sesuaikan saja jumlah cabai dan garam dengan selera keluargamu.