Tau setelah Nikah, Ga Mau GINI LAGI!! 😣😭
Dalam pernikahanku yg sudah usia 6 tahun ini rasanya kayak naik rollercoaster.
dulu aku mikirnya dalam hubungan itu cukup mengerjakan kewajiban, saling memaafkan dan ga berantem uda beres gitu.
tp.. setelah 6 th usia pernikahan ternyata ga semuda itu Ferguso.. 😆
dalam adu argumen kadang mau minta maaf duluan masih ada rasa kayak canggung. akhirnya pernh silent treatment.
menurut aku Silent Treatment adalah sikap yg ga sehat dlm hubungan. krn bisa menggerogoti damai sejahterah perlahan" dr dalam. krn semakin sering silent Treatment dilakukan maka akan ada rasa yg hilang juga entah itu perhatiannya, rasa saling menghargai, respek dll.
Jadi, 2 minggu lalu aku dan pasangan mengkomunikasikan hal ini, dan kita sepakat untuk semakin peka dan perhatian ke pasangan serta tdk ada yg namanya "silent Treatment" lagi. ☺
kalau km gimana? share pengalamanmu donk🥰
Pernikahan adalah perjalanan panjang yang penuh liku dan pembelajaran setiap hari. Dari pengalaman banyak pasangan, termasuk yang sudah menjalani hingga bertahun-tahun, kita belajar bahwa pernikahan bukan hanya soal kewajiban dan memaafkan, tapi juga bagaimana menjaga komunikasi yang sehat. Silent treatment, atau diam sebagai bentuk protes saat berkonflik, ternyata menjadi salah satu penyebab utama konflik lebih dalam dalam rumah tangga. Sikap ini memang terasa nyaman untuk sementara, tapi jangka panjangnya bisa mengikis rasa saling menghargai dan kepercayaan. Karena tanpa komunikasi yang terbuka, pasangan tidak mengetahui masalah sebenarnya sehingga sulit untuk mencari solusi bersama. Membangun kebiasaan untuk berbicara dan mendengarkan saat ada perbedaan pendapat sangat penting. Contohnya, belajar untuk menjadi yang pertama meminta maaf walau hal itu sulit ataupun merasa canggung. Saat kita mulai berani membuka diri, pasangan akan merasa dihargai dan difasilitasi untuk melakukan hal sama. Selain itu, peka terhadap perubahan kecil dalam perilaku pasangan juga kunci utama. Kadang masalah muncul dari hal-hal kecil yang terabaikan. Dengan perhatian lebih, pasangan bisa merasakan dukungan emosional yang membuat hubungan semakin kuat. Menurut para ahli psikologi hubungan, membuka ruang diskusi tanpa menyalahkan dan memiliki waktu rutin untuk quality time berdua juga sangat berguna menghindari masalah berlarut. Intinya adalah membangun pondasi kejujuran dan empati yang kokoh. Bagi yang sedang mengalami masalah serupa, cobalah mulai membicarakan perasaan masing-masing dengan jujur dan berusaha menerima kekurangan pasangan. Ingatlah, pernikahan adalah tim yang harus selalu saling mendukung dalam suka maupun duka. Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi agar kita semua bisa membina hubungan pernikahan yang sehat dan bahagia, bebas dari dampak negatif seperti silent treatment. Yuk bagikan pengalamanmu juga agar semakin banyak yang mendapat manfaat!

Jangan kuatir ka, yang usia pernikahannya belasan tahun jg tantangannya selalu ada dan bisa jadi sama beratnya/lebih berat 😂. Mungkin karena berat itulah pernikahan dianggap sebagai ibadah ya ka. eh tapi kalo silent treatment memang kalo dikeluargaku sangat perlu dilakukan, krn aku meletup2 kalo masih kondisi marah. biasa suamiku diemin aku dulu 1-2hri nunggu akunya kalem. dia uda paham kaya gmn bininya 😂