... Baca selengkapnyaSebagai ibu rumah tangga, aku dulu juga sering kepepet dan akhirnya ngandelin utang buat nutup kebutuhan bulanan. Lama-lama kerasa sendiri, kok capek ya hidup selalu dikejar tagihan. Dari situ aku mulai belajar pelan-pelan soal pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan sesuai syariat Islam.
Hal paling kerasa adalah soal utang. Ternyata, utang itu nggak dilarang total, tapi ada ketentuannya. Aku sekarang cuma mau ambil utang kalau benar-benar butuh, bukan buat hiling, belanja barang mewah, atau sekadar ikut-ikutan tren. Dulu suka kepancing diskon, sekarang sebelum ambil paylater atau pinjaman, aku tanya diri sendiri: "Ini kebutuhan atau cuma pengin?" Kalau cuma pengin, aku tahan dulu.
Aku juga mulai biasain nyatet semua utang, bahkan yang nominalnya kecil. Misal pinjam ke saudara, tetangga, atau pakai paylater, semuanya aku catat di HP. Simple aja, pakai catatan atau spreadsheet. Tujuannya biar jelas berapa yang harus dibayar dan kapan jatuh temponya. Ini ngebantu aku supaya nggak lupa dan lebih bertanggung jawab.
Yang paling aku jaga sekarang adalah komitmen buat mengembalikan utang tepat waktu. Aku pernah di posisi telat bayar dan rasanya nggak enak banget, kepikiran terus. Setelah belajar, aku sadar kalau dalam Islam, janji bayar utang itu serius banget. Makanya, sebelum berani ambil utang, aku hitung dulu kemampuan bayar dari penghasilan suami plus penghasilan kecil-kecilan aku dari rumah.
Supaya nggak terus-terusan bergantung sama utang, aku mulai cari cara tambah pemasukan dari rumah. Di sinilah aku mulai kenal produk digital. Ternyata, produk digital itu bisa dibuat dari hal yang sederhana banget. Misalnya, aku bikin panduan menu mingguan hemat, template catatan keuangan keluarga, atau catatan tips masak cepat buat ibu sibuk. Semuanya aku jual secara digital, jadi nggak perlu stok barang atau modal besar.
Aku pakai HP dan laptop seadanya, lalu jual lewat platform seperti Lynk dan media sosial. Yang penting konsisten upload konten edukasi sederhana dulu: cerita pengalaman pribadi, tips hemat, cara catat utang, sampai cara bikin anggaran belanja bulanan yang lebih rapi. Dari situ pelan-pelan mulai ada yang beli.
Buat pemula, aku saranin mulai dari skill ringan yang sudah kita lakukan sehari-hari sebagai IRT. Misalnya jago atur menu hemat, bersih-bersih rumah, atau nyusun jadwal anak. Semua itu bisa diubah jadi produk digital atau konten edukasi. Nggak harus jago desain atau editing dulu. Yang penting mau belajar sedikit demi sedikit.
Sekarang fokusku adalah tetap produktif dari rumah tanpa mengorbankan nilai-nilai yang aku yakini. Aku usahain pemasukan tambahan ini bisa bantu kurangi ketergantungan pada utang. Jadi kalaupun harus berutang, insyaAllah hanya pada saat benar-benar butuh, tercatat jelas, dan aku usahain untuk mengembalikannya tepat waktu. Buat kamu sesama IRT, pelan-pelan aja, mulai dari HP dan niat belajar. Kita bisa melek keuangan dan digital bareng-bareng.
memang saya juga belumpede, untuk di unggah ke link.id,jg blm paham cara marketingnya, ajarin dong kk🙏🙏