wanita dan peri
Dulu aku cuma tahu peri dari dongeng waktu kecil. Gambarnya pasti cewek cantik, punya sayap, pakai gaun, terus bawa tongkat sihir. Tapi makin gede, aku makin sering dengar kata "peri" dipakai buat hal-hal lain, misalnya ibu peri, atau jadi metafora buat perempuan yang lembut tapi kuat. Jadi aku mulai mikir: sebenernya apa itu peri, dan kenapa sosoknya deket banget sama sosok wanita? Kalau lihat dari cerita-cerita klasik, peri adalah makhluk gaib yang digambarkan punya kekuatan di luar manusia. Mereka bisa menolong, bisa juga nakal, tergantung versinya. Di budaya Barat, peri artinya sering dikaitkan dengan keindahan, keajaiban, dan sesuatu yang nggak kelihatan tapi terasa. Sementara di keseharian, banyak orang pakai kata peri sebagai simbol kebaikan. Misalnya istilah "ibu peri" yang sering dipakai buat menggambarkan sosok perempuan yang super baik, suka menolong, dan hadir di saat orang lagi susah. Aku pribadi suka banget sama istilah ibu peri. Buat aku, ibu peri bukan makhluk dongeng, tapi bisa jadi siapa aja: ibu kandung kita, kakak, sahabat, atau bahkan diri kita sendiri ketika kita berusaha jadi orang yang lembut tapi tegas, baik tapi tetap punya batasan. Peri adalah makhluk yang sering digambarkan kecil dan rapuh, tapi sebenarnya punya kekuatan besar. Ini mirip banget sama banyak perempuan di dunia nyata yang kelihatannya biasa aja, tapi diam-diam menanggung beban besar dan tetap berdiri kuat. Waktu aku cari-cari soal arti ibu peri di internet, aku lihat banyak yang pakai istilah ini di media sosial buat memuji orang yang baik hati banget, suka bantu tanpa pamrih. Dalam hidup nyata, mungkin kita nggak bakal ketemu peri bersayap, tapi kita sering banget ketemu orang-orang yang berperan seperti peri: guru yang sabar, teman yang selalu dengerin cerita, atau orang asing yang nolong kita di saat genting. Mereka ini yang menurut aku pantas disebut peri di dunia nyata. Kalau dipikir-pikir, kepercayaan atau cerita soal peri juga bisa jadi cara manusia menjelaskan harapan dan keajaiban. Saat hidup berat, kita suka berharap ada "peri" yang datang bantu, entah dalam bentuk kesempatan baru, orang baik, atau kekuatan dari dalam diri sendiri. Peri artinya bukan cuma tentang makhluk gaib, tapi juga tentang sisi lembut dan ajaib yang ada di hidup kita. Sebagai perempuan, aku merasa sosok peri ini juga bisa jadi pengingat buat tetap menjaga sisi lembut dan penuh empati, tanpa harus kehilangan logika dan batasan. Kita boleh baik, tapi bukan berarti orang bisa seenaknya. Peri dalam versi modern menurutku adalah perempuan yang tahu nilai dirinya, bisa sayang sama orang lain tapi juga sayang sama dirinya sendiri. Jadi, kalau kamu selama ini mikir kalau peri adalah makhluk dongeng aja, coba lihat dari sisi lain. Mungkin peri itu adalah cara kita menggambarkan kebaikan dan kekuatan yang nggak kelihatan, baik di diri sendiri maupun orang lain. Dan siapa tahu, di hidup orang lain kamu sudah jadi peri tanpa kamu sadari, lewat hal-hal kecil yang kamu lakukan setiap hari.

















pakai apa kak? cupcut?