2025/8/29 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBuat yang masih bingung, festival Qixi itu sering disebut juga Chinese Valentine’s Day. Dalam bahasa Mandarin namanya 七夕节 (Qixi Jie). Banyak orang tahunya cuma sebagai hari kasih sayang versi Tiongkok, padahal di balik itu ada cerita mitologi yang lumayan menyentuh dan penuh simbol. Jadi, Qixi Festival berawal dari kisah cinta antara Niulang, si penggembala sapi, dan Zhinü, si gadis penenun dari kayangan. Mereka sebenarnya nggak diizinkan bersama, tapi jatuh cinta dan akhirnya dipisahkan oleh Sungai Bima Sakti. Yang bikin hari itu terkenal, tiap tahun di malam Qixi, burung-burung magpie konon membuatkan jembatan yang disebut 鹊桥 (que qiao) supaya mereka bisa ketemu sekali dalam setahun. Makanya sering disebut juga “穿越千年的爱恋”, cinta yang menembus ribuan tahun. Sekarang Qixi diperingati sebagai semacam hari valentine-nya orang-orang Tionghoa. Tradisinya beda-beda di tiap daerah, tapi vibe-nya romantis. Ada yang merayakan dengan ngasih kado ke pasangan, ada juga yang fokus ke doa dan syukur. Di beberapa cerita, sebelum ketemu Niulang, Zhinü digambarkan sedang mempersiapkan buah-buahan dan kue-kue manis. Di zaman sekarang, orang sering sedia buah segar, kue bulan (yue bing / moon cake), atau dessert lain sebagai simbol harapan akan hubungan yang manis dan langgeng. Aku pribadi suka banget suasana Qixi karena berasa lebih tenang dibanding Valentine Barat. Biasanya aku rayain dengan hal-hal simpel: nonton drama bertema mitologi yang ada Niulang dan Zhinü, makan snack manis sambil baca lagi cerita “hari itu terkenal” di buku mitologi, dan tentu aja ucapin “Qixi Jie Kuai Le! Happy Valentine!” ke teman-teman yang juga merayakan. Kadang aku juga tulis harapan kecil tentang cinta dan hubungan, bukan cuma soal pasangan, tapi juga keluarga dan teman. Kalau kamu tertarik, kamu bisa rayain Qixi dengan versi kamu sendiri. Misalnya, belajar sedikit bahasa Mandarin yang sering muncul di hari ini, seperti 七夕节快乐, atau coba bikin moon cake versi simpel di rumah. Bisa juga jadikan momen ini buat refleksi hubungan yang kamu punya sekarang: apakah sudah saling dukung, saling ngerti, atau masih perlu diperbaiki. Menurutku, itu inti dari festival Qixi: bukan cuma romantis-romantisan, tapi mengingatkan kalau cinta yang dijaga dan diperjuangkan bisa jadi cerita indah yang dikenang lama, sama seperti Niulang dan Zhinü.