Mending kitchensink stainless vs granite?
Pilihan kembali ke selera masing-masing. Tapi aku mau share pengalaman pribadi yang pernah memakai kitchensink granite dan stainless.
🌼 stainless :
-lebih ringan
-harga lebih murah
-mudah dirawat asal tidak terkena zat korosif
-gampang meninggalkan bekas air jika tidak langsung dikeringkan
🌼 granite :
-lebih berat
-harga biasanya lebih mahal
-terlihat elegan
-rentan pecah jika terkena barang dapur yang berat
-terkadang alat makan rentan pecah jika tidak sengaja jatuh ke sink granit
-gampang dibersihkan asal perawatan rutin
-terlihat kokoh
💌 Nama Produk:wikho granite sink
💵 Harga: sekitar 2jutaan
#kitchensink #kitchensinkhitam #sink #granitesink #Dapurminimalis
Sebelum beli kitchen sink, aku juga sempat bingung pilih stainless steel sink vs granite sink. Awalnya cuma lihat dari tampilan, padahal setelah dipakai ternyata kerasa banget bedanya di keseharian. Kalau stainless, menurutku cocok banget buat yang dapurnya dipakai intens setiap hari. Wastafel stainless steel itu lebih ringan, jadi pemasangan biasanya lebih mudah dan nggak terlalu membebani meja dapur. Buat suara, memang kadang agak berisik waktu taruh panci atau wajan, tapi bisa diakalin dengan pilih stainless yang agak tebal supaya bunyinya nggak terlalu nyaring. Dari sisi perawatan, stainless gampang dibersihkan, cuma memang kelemahannya bekas air dan noda sabun gampang kelihatan kalau nggak langsung dilap kering. Jadi rutinnya aku selalu sedia lap microfiber dekat sink supaya habis cuci piring langsung dilap, biar nggak ada water spot. Untuk granite sink, awalnya aku tertarik karena tampilan yang elegan dan kelihatan mewah, apalagi yang warna hitam seperti wikho granite sink. Dapur minimalis jadi kelihatan lebih rapi dan modern. Tapi setelah dipakai, aku baru sadar kelemahan wastafel bahan granit: dia berat, jadi meja bawahnya harus benar-benar kuat. Selain itu, kalau ada barang dapur berat jatuh ke permukaan sink granite, ada risiko permukaan retak atau ada chip kecil. Alat makan dari kaca atau piring keramik juga beberapa kali pecah waktu nggak sengaja jatuh, mungkin karena permukaan granitnya keras. Dari sisi perawatan, granite sink sebenarnya nggak ribet selama kita rutin bersihin. Aku biasanya pakai sabun cuci piring biasa dan spons lembut, hindari cairan pembersih yang terlalu keras supaya warna dan teksturnya tetap terjaga. Sesekali aku juga pakai baking soda dan sedikit cuka buat ngangkat noda membandel, tapi langsung dibilas banyak air. Penting juga untuk nggak biarin sisa makanan atau kopi menumpuk terlalu lama, supaya nggak ninggalin noda. Kalau dibandingkan granite sinks vs stainless steel dari segi harga, sink granite umumnya lebih mahal. Untuk wikho granite sink yang aku pakai, harganya sekitar 2 jutaan, sedangkan sink stainless biasa bisa dapat yang kualitas ok dengan harga lebih miring. Jadi menurutku, pilihan granite vs stainless sink balik lagi ke prioritas: kalau kamu lebih utamakan estetika dan tampilan kokoh, granite sink menarik banget. Tapi kalau kamu butuh yang awet dipakai harian, lebih tahan banting, dan mudah dicari spare part atau modelnya, stainless steel sink masih jadi pilihan aman. Tips pribadi kalau kamu masih galau kitchen sink stainless steel vs granite: coba pikirkan kebiasaan masak di rumah. Kalau sering masak berat, pakai panci besar, dan dapur ramai dipakai anggota keluarga, stainless mungkin lebih praktis. Kalau dapur lebih ke konsep rapi, jarang masak berat, dan kamu tipe yang rajin ngerawat, granite sink bisa jadi investasi yang bikin dapur makin cantik. Aku sendiri sekarang lebih hati-hati kalau pakai granite sink, terutama soal barang berat dan alat makan yang mudah pecah, supaya tetap awet dan nggak cepat rusak.











