Diam diam masuk syurga
Diam itu baik,
jika menjauhkan dari hal yang sia-sia.
Waktu tidak pernah benar-benar diam.
Ia terus berjalan…
dan setiap detiknya akan dimintai pertanggungjawaban.
Dari situ aku belajar pelan-pelan—
bukan hanya menghindari yang buruk,
tapi juga mengisi dengan yang bernilai.
Mulai dari hal kecil…
menghafal sedikit demi sedikit Al-Qur’an,
melafalkan dzikir di sela kesibukan,
menyisihkan rezeki untuk bersedekah,
meski tak banyak, tapi ingin rutin.
Kadang terasa sederhana…
tapi justru di situlah letak keberkahan.
Ternyata,
bukan tentang seberapa banyak yang kita lakukan,
tapi seberapa tulus dan konsisten kita menjaganya.
Karena waktu ini terlalu berharga…
untuk dibiarkan kosong tanpa makna 🤍
Simpan postingan ini sebagai pengingat 🌿
Share ke teman yang ingin sama-sama
Follow @hijrahbyniqob1 untuk perjalanan hijrah yang hangat 🤍
Dan ceritakan di kolom komentar…
bagaimana pengalamanmu saat hijrah?
#hijrahmuslimah #mengisibulan #dzikirharian #sedekahsubuh #muslimahproduktif
Dalam perjalanan hijrah, saya menyadari bahwa perubahan besar sering bermula dari hal kecil yang dilakukan terus-menerus secara konsisten. Misalnya, mulai menghafal surah-surah Al-Qur'an sedikit demi sedikit setiap hari, walau hanya beberapa ayat, memberi efek yang luar biasa pada kedamaian batin saya. Saya juga mulai menyisipkan dzikir di sela-sela aktivitas harian, seperti saat bepergian atau menunggu sesuatu. Ternyata, bukan kuantitas yang utama, melainkan kualitas dan ketulusan niat dalam melakukannya. Saya merasakan, setiap dzikir dan doa yang dipanjatkan secara tulus menjadi penolong yang meringankan beban dan memberikan ketenangan. Mengenai sedekah, walau jumlahnya kecil, menjadikannya kebiasaan harian rutin sangat berarti. Kesadaran bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dapat menjadi amal jariyah membuat saya semakin semangat untuk istiqamah. Kadang kala, diam itu berarti menghargai waktu yang terus berjalan dan memilih aktivitas yang bermanfaat. Dalam diam, saya merasakan hati lebih tenang dan mampu menikmati proses hijrah secara mendalam tanpa merasa terburu-buru. Perjalanan hijrah saya bukan tanpa tantangan, tetapi dengan kesabaran dan konsistensi, saya belajar untuk menikmati setiap langkah dengan penuh syukur. Bagi yang juga sedang berproses hijrah, saya ingin berbagi bahwa jangan ragu untuk memulai dari hal kecil, karena dari hal sederhana itu, keberkahan akan tumbuh perlahan. Hidup yang bermakna bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang usahamu menjaga konsistensi dan niat tulus agar amalanmu bermakna di hadapan Allah. Mari kita terus berdoa dan saling menguatkan dalam perjalanan ini, karena setiap detik waktu terlalu berharga untuk dibiarkan sia-sia.