Dulu aku sempat percaya kalau mau sukses, perempuan harus bekerja persis seperti laki-laki: lembur terus, selalu kuat, nggak boleh kelihatan capek, dan jarang bilang tidak. Sampai suatu titik aku kelelahan sendiri dan mulai bertanya, apakah ini benar cara hidup selayaknya perempuan? Pelan-pelan aku belajar kalau jadi perempuan bukan berarti harus meniru cara laki-laki bekerja. Di kantor, aku tetap bisa profesional sambil menghargai ritme tubuh dan emosiku sendiri. Misalnya, aku mulai berani bilang kalau jadwal meeting jangan terlalu malam karena aku butuh waktu untuk keluarga dan istirahat. Ternyata, ketika dijelaskan baik-baik, banyak rekan kerja yang mengerti. Hidup selayaknya perempuan buatku sekarang artinya menerima sisi lembut, peduli, dan penuh rasa yang ada dalam diri, tanpa merasa itu kelemahan. Justru sisi itulah yang bikin cara berpikir dan bekerja kita unik. Saat kerja di kafe dengan laptop di depan dan minuman di tangan, aku tetap merasa feminin dengan hijab dan gaya busanaku. Aku nggak perlu menyembunyikan identitas hanya agar terlihat "tegas" seperti stereotype laki-laki. Aku juga sadar, jadi perempuan itu bukan hanya soal penampilan, tapi soal peran yang kita pilih. Ada teman yang nyaman jadi ibu rumah tangga, ada yang jadi career woman, ada yang campuran dua-duanya. Semua sah, selama kita nggak merasa terpaksa. Hidup selayaknya perempuan berarti memberi ruang pada diri sendiri untuk memilih, bukan sekadar mengikuti ekspektasi orang. Di sisi lain, aku juga pernah merasa bersalah kalau lebih fokus ke diri sendiri, misalnya shopping, ngopi di kafe, atau me-time di salon. Tapi lama-lama aku paham, perempuan juga berhak menikmati hidup. Bukan berarti nggak tanggung jawab, tapi kita nggak harus selalu mengorbankan diri demi semua orang. Dengan punya waktu untuk diri sendiri, aku justru bisa lebih sabar dan hadir buat orang-orang terdekat. Kalau kamu lagi merasa harus bekerja seperti laki-laki supaya dianggap kuat, coba tanyakan ke diri sendiri: apa benar itu yang kamu mau? Mungkin kamu sebenarnya ingin hidup selayaknya perempuan versi kamu sendiri: tetap berusaha, tapi nggak memaksa diri jadi orang lain. Pelan-pelan, cari ritme yang bikin kamu merasa utuh sebagai perempuan—baik di tempat kerja, di rumah, maupun saat kamu sendirian.


1/3
Mungkin Anda juga menyukai
Tidak ada konten
Lihat selengkapnya di aplikasi
Lihat selengkapnya di aplikasi
Lihat selengkapnya di aplikasi
0 disimpan
2025/11/1 Diedit ke
