tempatku masih rukun buat urusan gotongroyong
tempat kalian gimana?
Di kampungku, budaya gotong royong masih kerasa banget sampai sekarang. Hampir tiap ada acara atau masalah di lingkungan, pasti warga langsung diajak kumpul buat bahas dan kerja bareng. Biasanya diumumin lewat grup WhatsApp RT atau lewat pengeras suara masjid, jadi semua warga tahu jadwal kerja bakti. Salah satu pengalaman yang paling aku ingat itu waktu ada kerja bakti bersihin lingkungan sebelum acara adat desa. Seluruh warga desa berkumpul, dari bapak-bapak, ibu-ibu, sampai remaja. Ada yang nyapu jalan, bersihin selokan, ngecat gapura, sampai beresin balai desa. Suasananya ramai tapi hangat, banyak bercanda sambil tetap fokus kerja. Di situ kerasa banget nilai kekeluargaan dari gotong royong, karena semua saling tolong-menolong tanpa lihat status atau pekerjaan. Perasaanku setelah ikut gotong royong itu campur antara capek dan senang. Capek karena kerja fisik lumayan berat, tapi senang karena hasilnya kelihatan langsung: lingkungan jadi bersih, rapi, dan siap dipakai buat acara. Selain itu, hubungan antarwarga juga jadi makin dekat. Orang-orang yang jarang ngobrol jadi bisa saling sapa, kenalan, bahkan tukeran cerita. Menurutku, inilah kenapa gotong royong bisa meningkatkan keterampilan sosial, karena kita belajar komunikasi, kerja sama, dan menghargai pendapat orang lain. Contoh aktivitas gotong royong di tempatku selain kerja bakti adalah bantu tetangga yang punya hajatan, bantu bangun atau renovasi rumah, sampai patungan kalau ada warga yang kena musibah. Kadang ada juga kegiatan yang sengaja dibuat buat memupuk nilai persahabatan dan semangat kekeluargaan, misalnya masak bareng di dapur umum waktu ada acara desa atau lomba bersih lingkungan antar-RT. Hal-hal kecil kayak gini bikin rasa persatuan dan kesatuan antarwarga makin kuat. Menurutku, keharmonisan di masyarakat sangat mungkin tercipta kalau budaya gotong royong masih kental. Soalnya, ketika kita biasa kerja bareng, otomatis rasa peduli dan empati juga tumbuh. Kepentingan yang diutamakan saat gotong royong itu jelas kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi. Misalnya, bersihin drainase bukan cuma buat rumah sendiri, tapi buat satu kampung biar nggak banjir. Kalau di sekolah dulu, aku juga sering lihat gambar gotong royong di buku pelajaran: ada sketsa gambar kerja bakti di sekolah, siswa-siswi bersih-bersih kelas, taman, dan mushola. Dari kecil kita sebenarnya sudah diajarin nilai gotong royong ini. Tradisi gotong royong di Indonesia menurutku adalah salah satu kekuatan bangsa, karena bisa memperkukuh persatuan dan rasa kebangsaan. Jadi, waktu lihat tulisan "masih ada gotong royong" atau dengar orang nanya "gk nih tempat kalian gaees", aku jadi kepikiran: semoga di banyak tempat lain, budaya ini juga masih dijaga dan nggak hilang begitu saja. Kalau kalian sendiri gimana? Apa yang kalian rasakan setelah ikut bergotong-royong di lingkungan rumah, sekolah, atau kampus? Di tempat kalian masih ada gotong royong atau sudah mulai jarang?




















































