Menurut cerita dari paman Arjuna, Kausar, Arjuna adalah sosok yang sangat bertanggung jawab dalam keluarga setelah ayahnya meninggal pada April 2025. Dia tidak hanya menjadi nelayan tetapi juga membantu biaya hidup ibu, adik, dan kakaknya, termasuk membiayai pendidikan adiknya di Aceh. Sebelum kejadian pengeroyokan yang menimpa Arjuna, dia hendak berangkat melaut dan sempat beristirahat di teras masjid setelah membeli nasi goreng. Yang menyentuh hati, penjual makanan tersebut bahkan menolak menerima bayaran dari Arjuna. Namun malang, saat ia tertidur, sejumlah pelaku datang dan menganiaya Arjuna hingga tewas. Kejadian ini sangat menggemparkan warga Sibolga dan menimbulkan duka mendalam atas kehilangan sosok yang dikenal baik dan pekerja keras. Cerita tersebut mengingatkan saya tentang pentingnya solidaritas dan perlindungan bagi anggota komunitas, terutama para nelayan dan pekerja keras yang menopang keluarga mereka.
2025/11/7 Diedit ke
