Putra Putri Korban Dapat Bea Siswa

#tniindonesia🇮🇩 #gugur #bencana #longsor #bandung

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan anak-anak dari prajurit Marinir yang gugur karena bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat mendapatkan beasiswa dan bisa masuk TNI.

"TNI AL memberikan beasiswa kepada putra putri korban sampai dengan sarjana, diberikan kesempatan dan kemudahan untuk bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban," kata Ali dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Ali, itu adalah bagian dari hak yang harus diberikan TNI AL kepada keluarga prajurit yang telah gugur dalam tugas.

Tidak hanya itu, Ali memastikan pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga para prajurit yang telah gugur.

Ali menjelaskan, hingga Rabu (28/01), tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah mengevakuasi lima jenazah prajurit.

Lima prajurit itu terdiri dari Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.

Ke lima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer.

Sedangkan untuk 18 prajurit lain yang menjadi korban longsor masih dicari oleh tim SAR dan personel TNI AL.

Hingga hari ini, lanjut Ali, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir untuk membantu proses evakuasi.

Operasi pencarian ini didukung oleh teknologi mutakhir, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor.

Dengan adanya upaya pencarian tersebut, Ali berharap ke-18 personel Marinir bisa ditemukan secepatanya.

1/29 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghadapi bencana longsor yang menimpa para prajurit Marinir di Cisarua, saya sangat terkesan dengan komitmen TNI Angkatan Laut yang tidak hanya fokus pada evakuasi tetapi juga perhatian serius terhadap keluarga korban. Pemberian beasiswa hingga tingkat sarjana bagi putra-putri prajurit yang gugur merupakan langkah nyata yang sangat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan harapan masa depan yang cerah. Selain itu, kemudahan bergabung menjadi prajurit TNI/TNI AL bagi anak-anak korban dan pendampingan psikologis yang disediakan menunjukkan perhatian penuh terhadap kesejahteraan mental para keluarga yang terdampak. Dari pengalaman saya mengikuti berita dan diskusi terkait, dukungan semacam ini sangat penting agar keluarga korban tidak merasa sendiri dan tetap termotivasi menjalani kehidupan setelah kehilangan orang terdekat dalam tugas negara. Proses evakuasi yang melibatkan teknologi mutakhir seperti drone, sensor thermal, dan anjing pelacak juga menunjukkan bahwa pencarian para prajurit yang masih hilang dilakukan secara profesional dan optimal. Ini memberikan rasa percaya bahwa usaha maksimal dilakukan untuk menemukan dan menghormati para pahlawan yang gugur. Sebagai warga yang peduli, saya berharap langkah ini menjadi contoh bagi institusi lain agar memberikan perlindungan maksimal dan apresiasi terhadap anggota yang mengorbankan jiwa dan raganya. Program beasiswa dan dukungan psikologis bukan hanya sebagai penghargaan, tapi juga investasi bagi masa depan bangsa melalui generasi penerus prajurit TNI yang lebih terjamin dan berkualitas.