#pekerja #kecelakaan #jakarta #alatberat
Jakarta (ANTARA) - Polsek Cilincing, Jakarta Utara, menyelidiki seorang pria berinisial GH (44) yang tewas akibat terlindas slide loader atau alat berat untuk mengangkut kontainer, yang dioperasikan pria berinisial AS (36) di Depo Smart, Jalan Medan Blok C 03, KBN Marunda, Kecamatan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (26/2)
“Korban ini bukan karyawan Depo Smart, dan korban diduga bekerja sebagai ekspedisi muatan kapal laut,” kata Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan korban tersebut diduga tidak mengetahui jika lokasi itu merupakan area operasional alat angkut kontainer, dan operator tidak melihat korban karena mungkin di titik buta atau blindspot.
Hasil pemeriksaan luar dari tim Inafis Polres Metro Jakarta Utara mengungkapkan pada tubuh korban bagian perut ke bawah dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat teridentifikasi, sedangkan tubuh bagian perut ke atas dapat teridenfikasi.
“Dugaan sementara, korban meninggal karena dilindas kendaraan side loader,” ujar Bobi.
Dia mengatakan petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan rekaman video pemantau di lokasi tersebut.
Petugas juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Jasad korban juga sudah dibawa RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk di lakukan Visum Et Revertum (VER) untuk melengkapi berkas penyelidikan,” tutur Bobi.
Insiden kecelakaan kerja seperti yang terjadi di KBN Marunda ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan di area operasional alat berat. Dari pengalaman saya bekerja di lingkungan yang sering menggunakan alat berat, area blindspot atau titik buta sangat berbahaya bagi siapapun yang berada di kedekatan mesin yang beroperasi. Operator alat berat memang kerap kesulitan untuk melihat orang yang berada di titik tersebut, sehingga komunikasi dan prosedur keamanan menjadi sangat krusial. Penggunaan alat berat seperti slide loader untuk memindahkan kontainer memang efisien, tapi membutuhkan pengawasan yang ketat. Setiap pekerja, baik yang berada di dalam maupun di luar area pengoperasian, perlu mendapat pelatihan tentang bahaya dan jalur aman saat alat berat beroperasi. Pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas serta pemakaian alat pelindung diri (APD) harus selalu diterapkan. Selain itu, teknologi seperti kamera tambahan atau sensor bisa sangat membantu mengurangi risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh blindspot operator alat berat. Pengawas lokasi pun harus aktif memantau situasi dan menjalankan sistem checkpoint untuk memastikan area bekerja aman bagi semua pihak. Kejadian di Marunda ini juga menggarisbawahi bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab operator, tapi juga semua pihak yang berada di area aktivitas alat berat, termasuk pihak ekspedisi muatan kapal laut yang beroperasi di sekitarnya. Pemahaman tentang area operasional sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan fatal seperti ini. Sangat disarankan perusahaan dan pengelola area industri untuk melakukan evaluasi dan peningkatan sistem keselamatan kerja, termasuk sosialisasi aturan bagi tenaga kerja luar yang mungkin tidak familiar dengan kondisi lokasi tersebut. Ini merupakan pelajaran berharga demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

















