#kurir #cctv #kalimantan #hilang #jntexpressid
BANJARBARU - Seorang kurir paket JNT di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami korban kehilangan maling. Dua karung berisi ratusan paket yang dibawanya raib dicuri.
Kasus dugaan pencurian ini terjadi kawasan Jalan Trikora, Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 10.44 Wita.
Belakangan diketahui, hilangnya paket ini saat sang kurir menitipkan paketnya di salah satu warung yang ada disana.
Aksi dugaan pencurian ini juga terekam oleh CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari rekaman CCTV diterima Bpost, terlihat seseorang pria yang mengendarai sepeda motor matic datang dan memarkirkan motornya di depan warung lokasi paket dititipkan.
Tidak beberapa lama, pria tersebut kemudian mengambil dua karung berisi paket dan mengangkatkan ke sepeda motor.
Setelah itu, dua karung paket yang diletakan di depan dan jok belakang motor tersebut dibawa pria yang belum diketahui identitasnya itu.
Kurir paket yang menjadi korban pencurian, Ilham, mengatakan paket dicuri rencananya akan ia antar ke pemesan-pemesan paket di kawasan Banjarbaru, namun terlebih dahulu ia titipkan.
Ia menyebut, berdasarkan rekaman CCTV, terduga pelaku pencurian mengendarai sepeda motor merk Scopy warna hijau
“Benar ada yang mengambil, dengan ciri-ciri di video CCTV yang sudah tersebar,” kata Ilham kepada Bpost, Minggu (1/3/2026).
Ratusan paket yang hilang itu sedang ia titip atau tinggalkan di warung Nasgor Renita. Namun, pemilik warung juga tidak mengetahui saat aksi pencurian dan hanya memiliki rekaman cctv.
Kasus ini pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian di Polsek Lianganggang dan masih dilakukan serangkaian penyelidikan.
(Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)
Kejadian seperti pencurian paket yang dialami kurir JNT di Banjarbaru memang menjadi kekhawatiran banyak pekerja di bidang pengantaran barang. Dari pengalaman saya sebagai konsumen dan sering berinteraksi dengan kurir, terkadang mereka harus menitipkan paket di tempat yang dianggap aman sementara, terutama saat alamat penerima belum bisa ditemui. Namun, hal ini juga membuka peluang bagi pencurian, apalagi jika lokasi yang digunakan untuk menitipkan tidak diawasi ketat. Rekaman CCTV menjadi alat penting untuk mengungkap kasus pencurian seperti ini. Dalam kasus di Banjarbaru, terlihat jelas pelaku yang menggunakan sepeda motor matic berwarna hijau, membawa kabur dua karung paket. Pencurian di lokasi umum yang hanya didukung rekaman CCTV juga mengajarkan pentingnya meningkatkan keamanan khususnya di daerah dengan aktivitas kurir yang tinggi seperti Landasan Ulin Tengah. Saya sendiri pernah mengalami paket yang hilang saat pengiriman, dan seringnya paket dikembalikan ke kantor kurir jika alamat tidak jelas atau penerima tidak ada. Jadi, saya menyarankan bagi kurir untuk menghindari menitipkan paket di tempat umum tanpa pengawasan, apabila terpaksa, harus memilih lokasi yang punya keamanan lebih baik atau meminta bantuan pemilik usaha untuk menjaga sementara. Untuk konsumen, penting juga memberikan alamat yang lengkap dan nomor kontak yang aktif supaya pengantaran berjalan lancar dan memungkinkan komunikasi langsung jika terjadi kendala. Selain itu, bagi perusahaan ekspedisi seperti JNT, mungkin bisa mempertimbangkan penggunaan teknologi tambahan untuk mengamankan paket saat dalam perjalanan, seperti GPS tracker khusus paket dan titik drop off yang memiliki pengawasan lebih ketat. Hal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap layanan mereka. Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan dalam proses pengantaran paket merupakan tanggung jawab bersama antara kurir, konsumen, dan penyedia jasa. Semoga pihak berwajib cepat mengungkap kasus ini dan paket yang hilang bisa ditemukan agar kerugian tidak semakin besar bagi semua pihak terkait.





































