JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi bersilaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia ( MUI ), Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). Dalam kunjungan itu, Iran disebut bakal memudahkan kapal tanker Indonesia melintas Selat Hormuz.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis. Ia menyampaikan, pertemuan itu membahas kabar terkini di Iran atas penyerangan Amerika Serikat dan Israel.
"Hari ini kami menerima tamu Duta Besar Iran untuk Indonesia Yang Mulia Mohammad Boroujerdi untuk mendiskusikan hal terkini di Iran dan penyerangan Amerika dan Israel," kata Kiai Cholil dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/4/2026).
Cholil mengungkapkan, Boroujerdi banyak memberikan informasi yang bisa diserap DP MUI, termasuk solusi atas konflik tersebut "Banyak informasi yang bisa diserap dan memberi diskusi solusi konflik. Tentu itu dalam bingkai persahabatan," katanya.
Bahkan, kata dia, Boroujerdi sempat menyampaikan komitmen Iran untuk menjalin persabahatan dengan Indonesia. "Termasuk memudahkan kapal tanker Indonesia yang akan melewati Selat Hormuz," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Boroujerdi diterima dengan hangat oleh sejumlah Dewan Pimpinan (DP) MUI, seperti Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud serta Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan.
1 hari yang laluDiedit ke
... Baca selengkapnyaPengalaman saya selama mengikuti perkembangan hubungan diplomatik Indonesia dan Iran menunjukkan bahwa langkah diplomasi seperti kunjungan Mohammad Boroujerdi ke MUI sangat penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Selat Hormuz, sebagai jalur strategis pengirim minyak dunia, sering menjadi titik panas geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan energi Indonesia. Oleh karena itu, kemudahan akses kapal tanker Indonesia lewat Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga keamanan nasional.
Dalam beberapa kesempatan, saya juga memperhatikan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan seperti MUI dapat menjadi jembatan dialog yang efektif dalam meminimalkan konflik dan membangun persahabatan yang kokoh. Informasi yang disampaikan Dubes Boroujerdi tentang situasi terkini di Iran, termasuk solusi atas serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, membuka wawasan tentang pentingnya diplomasi yang berbasis pada pemahaman bersama dan kepercayaan.
Bagi para pelaku usaha dan pemerintah Indonesia, komitmen Iran ini memberikan sinyal positif bahwa penguatan hubungan bilateral tidak hanya akan membuka peluang ekonomi, tapi juga memperkuat kestabilan kawasan. Di sisi lain, sebagai warga yang mengikuti isu global, saya memandang bahwa komunikasi terbuka dan pertemuan antar tokoh penting seperti ini sangat bermanfaat dalam menghadirkan solusi konflik yang humanis dan mengedepankan persahabatan antar bangsa.
Dukungan MUI dalam menyambut Dubes Iran dan diskusi yang berlangsung juga memperlihatkan peran sentral organisasi keagamaan dalam pembangunan hubungan internasional yang damai dan harmonis. Ini adalah contoh nyata bagaimana diplomasi tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga oleh elemen masyarakat yang memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial dan politik.
Secara pribadi, saya berharap kemudahan akses bagi kapal tanker Indonesia di lintasan Selat Hormuz ini tidak hanya memberi keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas antar negara Muslim serta mendukung terciptanya keamanan global yang lebih stabil dan damai.