Marah Jika Pihak Keluarga Mencoba Melarangnya.
#anak #disability #daunjatuh #bandungbarat #bandung
POSBELITUNG.CO - Seorang anak disabilitas di Kabupaten Bandung Barat bernama Muhammad Rizki memiliki kebiasaan tak lazim dengan memakan rumput hingga pucuk tanaman.
Kebiasaan memilukan yang dilakukan bocah yang akrab disapa Kiki ini dipicu oleh keterbatasan mental serta kondisi ekonomi keluarganya yang sulit.
Kiki yang merupakan penyandang tunawicara dan gangguan mental ini tinggal bersama ayah serta neneknya di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong.
Kehidupan keluarga ini semakin berat setelah ayah dan ibu Kiki bercerai dalam waktu yang lama akibat himpitan masalah ekonomi.
Ironisnya, meski hidup dalam kondisi serba terbatas, keluarga Kiki selama ini luput dari berbagai program bantuan sosial di Bandung Barat.
Dinas Sosial setempat mengakui adanya kesalahan pemeringkatan kesejahteraan atau desil yang membuat keluarga tersebut tidak masuk daftar prioritas penerima bantuan.
Kepala Dinsos Bandung Barat, Idad Saadudin, menyatakan pihaknya kini tengah memperbaiki data kependudukan Kiki agar status desilnya bisa disesuaikan.
“NIK-nya akan kami ubah sesuai peruntukannya. Kemarin masih ikut NIK ibunya, sekarang harus dipisah dan ikut ke KK ayahnya untuk penyesuaian desil,” kata Idad, Kamis (30/4/2026), dilansir Kompas.com.
Sebelumnya Kiki tercatat dalam desil 6 yang dianggap kelompok mampu, sehingga Dinsos akan mengusulkan agar statusnya turun ke desil 1 hingga 5.
“Nah kami akan usulkan itu, agar masuk ke desil 1 sampai 5,” ucap Idad.
Perbaikan data ini sangat krusial karena selama ini keluarga Kiki belum pernah mencicipi bantuan seperti PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga merencanakan rehabilitasi khusus bagi Kiki untuk menangani keterbatasan intelektual dan bicaranya.
“Untuk pembinaan kami rekomendasikan ke Wiyataguna untuk rehabilitasi tunawicara dan intelektual yang lemah,” ujar Idad.
Ayah Kiki, Asep Setiawan, menceritakan bahwa putra tercintanya itu sudah terbiasa mengunyah dedaunan sejak masih berusia 4 tahun.
Asep mengenang momen pertama kali ia mendapati anaknya sedang memakan daun talas di dalam kamar setelah ia tinggal sebentar.
“Waktu saya balik bawa nasi dari orang tua, saya lihat Kiki lagi makan daun talas di dalam kamar. Ternyata dia bawa dari luar dan disimpan di sakunya,” tutur Asep.
Kebiasaan aneh tersebut terus berulang hingga kini, dan Kiki seringkali menunjukkan reaksi marah jika pihak keluarga mencoba melarangnya.
"Kalau diambil suka marah," tandas Asep.
Asep menduga anaknya nekat memakan dedaunan karena tidak mampu mengungkapkan rasa lapar secara verbal.
“Mungkin karena dia tidak bisa bicara kalau lapar, jadi makan daun,” katanya.
































































