BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons keresahan masyarakat terkait maraknya aksi begal dan berbagai kejahatan jalanan di Bandung Raya belakang ini. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kriminal.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat yang khawatir dengan meningkatnya kasus kejahatan jalanan.
Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, salah satu usulan yang disampaikannya yakni menempatkan aparat bersenjata di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan. Menurut Dedi, keberadaan aparat di lokasi strategis diharapkan dapat mencegah aksi kriminal sekaligus membuat masyarakat merasa lebih tenang saat beraktivitas.
"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya. Selain memperkuat pengamanan dari aparat, Dedi juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan.
4 hari yang laluDiedit ke
... Baca selengkapnyaSebagai warga Bandung yang merasakan langsung dampak dari maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan, saya sangat menghargai langkah cepat dan tegas yang diambil oleh Dedi Mulyadi. Dalam beberapa bulan terakhir, ketidaknyamanan dan kekhawatiran terlihat jelas di banyak komunitas karena seringnya berita tindak kriminal yang terjadi di wilayah ini. Penempatan aparat bersenjata di titik-titik rawan menurut saya merupakan sebuah langkah preventif yang sangat efektif. Selain memberikan rasa aman, kehadiran mereka juga menjadi penghalang nyata bagi para pelaku kriminal.
Pengalaman pribadi saya ketika berjalan pulang malam di beberapa kawasan yang sebelumnya rawan, keberadaan polisi atau petugas keamanan yang bersiaga memang sangat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang. Meski demikian, keamanan tidak bisa hanya bergantung pada aparat saja. Saya setuju dengan ajakan Dedi Mulyadi agar warga turut serta aktif menjaga lingkungan sekitar. Misalnya dengan membentuk kelompok siskamling yang rutin berpatroli, saling mengawasi, dan memberikan informasi cepat jika terjadi hal mencurigakan.
Dengan kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat, saya yakin angka kejahatan bisa ditekan secara signifikan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan pelaporan juga harus terus digalakkan agar tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan. Semoga inisiatif ini terus didukung oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah sehingga Bandung Raya bisa menjadi kota yang aman dan nyaman untuk semua.