Syurga Yang Lain, part 3.

Kakakku yang mencuri masakanku, malah aku yang dituduh ngakuin masakan dia.

Dasar playing victim!

😡😡

Bab 3

"Kak, kok kakak te ga sih ambil masakan aku? Aku sengaja masak, karena suamiku mau pulang loh kak hari ini, semua ini menu kesukaannya." Ucapku dengan suara serak me ne gur kakakku.

"Kok kamu nu duh kakak sih An? Ga baik loh nu duh tanpa bukti, masuknya pen ce ma ran nama baik. Udah bagus kakak tawarin kamu makan disini." Ucapnya lagi tanpa tahu ma lu.

"Kak, kalo kakak mau masakan aku tinggal bilang aja nanti aku pasti kasih, tapi ga diambil semua juga kak, aku pulang kerja ca pe masih sempet-sempetnya masak buat suami aku, dan dengan enaknya kakak ambil semua masakan aku." Ucapku dengan sedikit e mo si.

"Kamu kok ja hat sih An, nu duh kakak nyu ri masakan kamu? Padahal niatnya kakak mau bagi buat kamu juga loh. Lagian punya suami jarang pulang, yakin emang diluaran sana suami kamu se tia?" Ucapnya malah mengom pori tentang suamiku.

"Kalo aku sih yakin sama suamiku kak, gatau deh kalo suami kakak yang ga pulang-pulang. Aku sih ga yakin suami kakak cowo se tia." Kuba las telak perkataannya, bukan tanpa alasan, karna aku pernah melihat suami kak Hanum bergan dengan tangan dengan seorang perempuan yang pakaiannya sangat ter bu ka, sedang berjalan ber gan deng an menuju ho tel dekat kantor tempatku bekerja. Awalnya kupikir mungkin salah lihat, tapi aku me mer go ki nya tidak hanya sekali saja.

"Ku rang a jar kamu An, dibaikin malah nge lun jak ya, malah nga ta-nga tain suami kakak. Kakak juga tau kamu i ri kan sama kakak? I ri karna kakak tinggal dirumah ibu, i ri karna suami kakak pulang setiap hari, i ri karna kakak punya segalanya?" Ucapnya menan tangku yang sudah e mo si.

"Aku ga akan i ri sama seorang pen cu ri macam kakak. Mengambil sesuatu tanpa izin yang punya sama dengan men cu ri, mengambil masakan pun, sama dengan men cu ri." Ucapku tak kalah se ngit.

"Apa kamu bilang? E nak aja bilang kakak pen cu ri. Kamu tuh yang ha lu udah masak, taunya belum." Ucapnya sambil me no yor keningku. Tidak lama ibupun datang entah darimana.

"Hei, ada apa ini ri but-ri but? Sampai terdengar keluar, ga ma lu apa ya? Ini lagi kamu Anna, mau apa kesini malah bikin ri but?" Lagi dan lagi aku yang disalahkan, padahal ibu belum dengar penjelasan aku.

"Bu, aku juga ga akan kesini kalau kak hanum ga bikin masa lah. Masakan aku dibawa semua kesini bu, aku udah ca pe-ca pe masak pulang kerja." Ucapku mengeluarkan u nek-u nek di hati.

"Ya ampun, cuma masalah sepe le aja, kirain ada masa lah apa. Udahlah An, cuma masakan aja kan tinggal masak lagi, ga su sah. Malah ri but disini, ga ma lu apa kedengeran sama tetangga?" Ucap ibu malah masih saja me nya lah kan aku.

"Yang mestinya malu tuh kak Hanum, udah nyu ri masakan aku, trus gamau ngaku." Ucapku sambil menun juk wajah kak Hanum.

Plakk..!

"Anna.. So pan kamu ya sama kakak kamu tun juk-tun juk mukanya begitu." Ucap ibu membe lanya dan me nam par pipiku.

"Ibu memang selalu pilih ka sih, percuma aku selalu bersikap baik pun kepada ibu, yg terbaik tetap kak Hanum." Ucapku sambil te ri ak dan pulang dengan berlari, ta kut ada tetangga lewat yang melihatku mena ngis keluar dari rumah ibu.

Bersambung.

Di K B M app

Judul : Syurga yang lain

Penulis : Putri krida

Kecamatan Takokak
3/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya pribadi juga pernah menghadapi situasi serupa dimana adanya ketidaksamaan perhatian keluarga bisa membuat hubungan saudara menjadi tegang. Misalnya saat saya menyisihkan waktu untuk memasak hidangan spesial bagi keluarga, namun ternyata ada anggota keluarga lain yang mengambil tanpa izin. Hal ini bisa menimbulkan rasa kecewa dan salah paham yang mendalam. Menurut saya, komunikasi terbuka sangat penting dalam situasi seperti ini agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut. Seringkali, merasa dirugikan saja tidak cukup—kita juga perlu menyampaikan perasaan dengan cara yang tenang agar semua pihak bisa mengerti dan menemukan solusi bersama. Cerita tentang suami yang jarang pulang dan isu kesetiaan juga dapat menjadi pemicu emosional yang memperburuk konflik antar saudara. Dalam pengalaman saya, menjaga kepercayaan pasangan dan tidak mudah menuduh tanpa bukti sangat penting untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Mengenai kenapa ibu lebih memilih kakak, hal tersebut mungkin berkaitan dengan pola asuh atau sejarah keluarga yang tidak terlihat secara kasat mata. Saya pernah merasakan ketidakadilan seperti ini dalam keluarga yang membuat saya merasa terpinggirkan, tapi saya belajar untuk fokus pada penghargaan terhadap diri sendiri dan mencari kebahagiaan mandiri. Secara keseluruhan, kisah dalam bagian 3 'Syurga Yang Lain' ini sangat relatable bagi banyak orang yang mengalami konflik keluarga rumit. Membaca dan berbagi pengalaman dapat membuka wawasan tentang bagaimana menghadapi persoalan rumah tangga dan hubungan saudara dengan lebih bijak dan pengertian.